Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyerukan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan berbagai inovasi dalam menangani permasalahan sampah di tanah air.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Universitas Islam Bandung (Unisba) juga Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat bertandang ke dua universitas tersebut. Mendiktisaintek berdialog langsung dengan tim teknis perguruan tinggi terkait aspek teknologi, operasional, biaya, hingga standar lingkungan.
"Yang kita dorong justru bagaimana teknologinya bisa memenuhi standar lingkungan dan bisa diuji secara terbuka," ujar Mendiktisaintek, Senin (9/2/2026).
Ia menilai kesiapan sistem perlu terus disempurnakan agar teknologi pengolahan sampah berbasis termal dan plasma dapat diterapkan secara aman, efisien, dan bisa direplikasi di berbagai daerah.
Mendiktisaintek menekankan kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat riset, pengujian, dan pengembangan teknologi, termasuk dalam memastikan pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan keamanan lingkungan.
Ia mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar teknologi pengolahan sampah berbasis kampus dapat diterapkan sesuai kebutuhan wilayah. Hal ini dinilai lebih efektif karena mengurangi beban logistik pengangkutan sampah, menekan biaya jangka panjang, serta membuka ruang inovasi teknologi dalam negeri.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk konsisten dalam menangani sampah.
Aksi nyata penanganan darurat sampah dilakukan melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI), sebagai langkah konkret dari arahan Presiden RI yang menginstruksikan penguatan konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.
(ndt/hn/rs)