Tribratanews.polri.go.id - NTT. Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Polda NTT menggelar panen jagung serentak tahap I di Desa Batakte, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Rabu (26/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia secara daring, dengan pusat kegiatan nasional di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., memimpin langsung jalannya panen, didampingi sejumlah pejabat penting, termasuk Danlantamal VII Kupang, Danlanud El Tari Kupang, perwakilan Danrem 161/WS Kupang, perwakilan Kabinda NTT, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, para pejabat utama Polda NTT serta tokoh masyarakat, agama, dan kelompok tani setempat.
Kapolda NTT menyampaikan bahwa panen ini merupakan hasil dari program tanam bersama yang telah dilakukan pada 20 November 2024 lalu.
“Hari ini kita melaksanakan panen jagung serentak di seluruh Indonesia, termasuk di NTT yang berkontribusi dengan panen seluas 18 hektare. Kami perkirakan hasilnya bisa mencapai maksimal. Ini merupakan panen tahap pertama, dan selanjutnya akan ada panen-panen berikutnya dengan cakupan yang lebih luas dan hasil yang lebih besar,” ujar Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa hasil panen ini diharapkan dapat membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat. Jika produksi jagung melebihi kebutuhan konsumsi lokal, Polri siap memfasilitasi penjualan ke perusahaan dengan harga yang telah ditentukan pemerintah.
“Jika hasil panen sudah melebihi kebutuhan konsumsi, kami akan membantu memfasilitasi agar dapat dibeli oleh Bulog atau perusahaan yang telah bekerja sama,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi para petani yang telah melakukan panen secara mandiri di lahan masing-masing. Kapolda berharap kegiatan ini semakin mendorong masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya panen serentak ini, Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan, khususnya dalam produksi jagung, guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah NTT dan Indonesia secara keseluruhan.
(nf/hn/nm)