Tribratanews.polri.go.id - Surabaya. Pasca ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makasar, jajaran kepolisian di Jawa Timur memperketat penjagaan gereja dan markas kepolisian. Hal ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.
"Pengamanan dilakukan diseluruh gereja di Jatim. Diprioritaskan di Surabaya dan Malang," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.
Alumnus Akpol 1991 ini menyatakan, pengamanan terutama pada tiga gereja yang pernah menjadi sasaran bom di Kota Pahlawan. Yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (STMB) Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Menurutnya, ada sekitar 10 personel yang berjaga baik secara terbuka maupun tertutup.
Selain di gereja, pengetatan penjagaan juga dilakukan di semua markas kepolisian yang ada di Jatim. "Semua penjagaan instansi Polri yang ada di Jatim juga diperketat. Pak Kapolda meminta seluruh anggota tetap waspada," tegas polisi dengan tiga melati di pundak itu.
Waka Polrestabes Surabaya AKBP Hartoyo menambahkan, untuk pengamanan gereja yang ada di Kota Surabaya sudah dilakukan pengetatan menindaklanjuti instruksi dari Kapolda Jatim.
"Sementara untuk Paskah nanti masih koordinasi apakah ada misa paskah tatap muka atau bagaimana. Apabila ada tetap kita laksanakan penjagaan sesuai SOP," ucapnya.