Melalui Program KREASI, Menteri Arifah Fauzi Sebut Pentingnya Pendidikan Bebas Perundungan

24 November 2025 - 09:00 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Kementerian (PPPA) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menekankan pentingnya pendidikan berkualitas serta lingkungan belajar yang bebas perundungan.

Hal ini juga sebagai pondasi utama pembentukan karakter generasi mendatang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengapresiasi kepada para guru yang menjadi garda terdepan pendidikan.

Ia menekankan perlindungan anak harus dibangun melalui kerja bersama antara sekolah, keluarga, dan komunitas.

“Kami ingin memastikan setiap anak belajar di ruang yang aman, ramah dan bebas dari perundungan, karena disitu lah karakter dan daya saing masa depan lahir. Melalui program KREASI, kami menggandeng kementerian dan lembaga untuk memperkuat literasi, numerasi, pendidikan karakter, dan budaya sekolah yang inklusif serta ramah anak,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Minggu (23/11/25). 

Selanjutnya, ia menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak Indonesia agar terus berkarya dan berani bersuara demi pemenuhan hak anak.

Ia juga mendorong momentum ini menjadi pijakan menuju terwujudnya Indonesia yang ramah anak, perempuan berdaya, dan anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami mengajak seluruh mitra untuk menjaga ruang aman bagi anak di rumah, di sekolah dan komunitas. Perlindungan anak adalah kerja bersama, bukan kerja satu pihak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Ruspita Putri Utami, menekankan pentingnya budaya belajar yang aman, nyaman, dan gembira. Khususnya,di tengah tantangan seperti kecanduan gawai, isu kesehatan mental remaja, dan faktor psikososial. 

“Sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk digital. Murid harus merasa terlindungi, didukung, dan memiliki ruang berekspresi,” jelasnya.

(fa/pr/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment