Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), resmi masuk daftar otoritas yang diakui World Health Organization (WHO) atau WHO Listed Authority (WLA). Pencapaian ini menandai pengakuan global atas sistem regulasi kesehatan Indonesia.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa WLA hanya dimiliki sekitar 30 negara di dunia seperti negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat. Mayoritas negara yang meraih status itu merupakan negara dengan sistem regulasi mapan.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Indonesia, menjadi negara pertama dari kelompok berpendapatan menengah yang meraih pengakuan lembaga kesehatan internasional tersebut. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah berada di posisi yang sejajar dengan negara-negara maju.
"Tentu ini suatu kebanggan, bahwa Indonesia regulasinya sudah diakui sejajar dengan negara-negara maju dalam konteks regulasi obat. Dan kita sedang berproses untuk mengembangkannya lebih jauh lagi," ujarnya, dilansir dari laman RRI, Kamis (29/1/26).
Dalam kesempatannya, ia menjelaskan pencapaian ini diraih karena Indonesia telah mencapai maturitas level empat dalam sistem regulasi vaksin. Status tersebut memang menjadi salah satu syarat utama untuk masuk dalam daftar otoritas rujukan WHO
Ia berharap pengakuan WHO terhadap BPOM dapat mempercepat persetujuan produk vaksin Indonesia di negara lain. Menurutnya ini akan menjadi keuntungan bagi Indonesia karena produk yang disahkan BPOM nantinya dapat menjadi referensi regulasi hingga level internasional.
"Kalau selama ini produk yang disahkan BPOM diakui oleh 286 juta di Indonesia, sekarang sudah bisa diakui seluruh dunia. Kita juga bisa berkontribusi secara ekonomi dari sini dengan ekspor (misalnya)," ujarnya.
Di saat yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Asian Development Bank (ADB), Renadi Budiman, turut mengucapkan selamat kepada BPOM. Renadi mengatakan status WLA ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia.
Ia menghargai kemitraan ADB dengan BPOM selama perjalanan menuju pengakuan global tersebut. Ia berharap kolaborasi ke depan semakin memperkuat ketahanan kesehatan dan inovasi regulasi nasional.
"ADB bangga telah mendukung dan berkolaborasi dengan BPOM sepanjang perjalanan menuju penghargaan bergengsi ini. Dan kami terinspirasi oleh visi dan tekad BPOM dalam mencapai tingkat kredibilitas global yang tinggi," jelasnya.
(fa/hn/rs)