Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Kehilangan gigi memang tak langsung memunculkan keluhan yang jelas. Banyak orang menganggap gigi ompong tidak perlu segera ditangani selama tidak sakit atau terlihat. Padahal, gigi tidak hanya berfungsi untuk mengunyah dan estetika, tetapi juga menopang satu sama lain serta menjaga keseimbangan rahang dan mulut.
Namun, bahaya gigi ompong kerap terjadi secara perlahan dan tidak disadari, sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika dibiarkan tanpa perawatan. Oleh karena itu, penanganan gigi ompong sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari.
Melansir dari berbagai sumber, Senin (23/2/26), berikut sederet dampak yang akan terjadi apabila gigi ompong tak segera ditangani, antara lain:
1. Perubahan struktur rahang
Gigi memiliki peran penting dalam merangsang tulang rahang saat mengunyah. Ketika satu atau beberapa gigi hilang dan tidak digantikan, rangsangan tersebut berkurang sehingga tulang rahang perlahan dapat menyusut atau mengalami resorpsi.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kekuatan rahang, tetapi juga dapat menyebabkan wajah tampak lebih cekung dan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
2. Susunan gigi menjadi berantakan
Gigi yang sehat saling menopang dan menjaga posisinya masing-masing. Saat terdapat celah akibat gigi ompong, gigi di sekitarnya cenderung bergerak ke arah ruang kosong, baik dengan cara miring, bergeser, maupun turun.
Perubahan posisi ini dapat membuat susunan gigi menjadi tidak rapi, meningkatkan risiko penumpukan sisa makanan, serta menyulitkan proses pembersihan gigi secara optimal.
3. Gangguan mengunyah dan pencernaan
Salah satu bahaya gigi ompong jika dibiarkan terlalu lama adalah dapat mengurangi kemampuan mengunyah makanan secara efektif. Akibatnya, makanan sering ditelan dalam ukuran yang lebih besar dan kurang halus.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membebani sistem pencernaan dan meningkatkan risiko gangguan lambung atau masalah pencernaan lainnya.
4. Perubahan bentuk wajah
Penyusutan tulang rahang yang terjadi akibat gigi ompong dapat memengaruhi struktur wajah secara keseluruhan. Pipi dapat tampak lebih cekung, garis wajah menjadi kurang tegas, dan proporsi wajah terlihat berubah. Perubahan ini sering terjadi secara perlahan sehingga kerap tidak disadari hingga terlihat cukup signifikan.
5. Risiko gangguan sendi rahang (TMJ)
Ketidakseimbangan akibat hilangnya gigi dapat mengubah cara rahang atas dan bawah bertemu saat menggigit atau mengunyah. Bahaya gigi ompong dalam jangka panjang ini dapat membebani sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ), sehingga menimbulkan keluhan seperti nyeri rahang, bunyi "klik" saat membuka mulut, atau rasa tidak nyaman saat mengunyah.
6. Menurunnya kenyamanan makan dan berbicara
Gigi berperan penting dalam proses pelafalan dan pengunyahan. Kehilangan gigi, terutama di bagian depan, dapat membuat pengucapan beberapa huruf menjadi kurang jelas. Selain itu, celah gigi ompong juga dapat menurunkan kenyamanan saat makan dan berdampak pada kepercayaan diri dalam berinteraksi sehari-hari.
(sy/hn/rs)