Kapolda Sulsel Gelar Diskusi Bersama Gubernur Dan 23 Rektor se-Sulawesi Bahas Omnibus Law UU Cipta Kerja
adminpolri
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:12 WIB

Tribratanews.polri.go.id-Makassar. Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Drs. Merdisyam, M.Si menggelar diskusi dalam pertemuan dengan Gubernur dan 23 Rektor se-Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2020).

Kegiatan diskusi dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel dan turut dihadiri Pangdam XIV, Kejati Sulsel, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Diskusi tersebut bertujuan untuk membahas situasi terkini seluruh Kabupaten dan Kota terkait gelombang unjuk rasa mahasiswa dan buruh menolak Undang-Undang atau UU Cipta Kerja.

Pada kesempatan Kapolda menyampaikan bahwa pihaknya dari Kepolisian hanya ingin memastikan situasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulsel tetap kondusif agar masyarakat bisa nyaman beraktivitas.

Unjuk rasa mahasiswa maupun masyarakat pada dasarnya merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dilindungi oleh undang-undang.

"Namun, agar unjuk rasa atau proses penyampaian pesan yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat tetap mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dan tidak melanggar undang-undang lainnya," ucap Kapolda.

Jenderal Biantang Dua ini menjelaskan penyampaian aspirasi boleh dan itu dilindungi oleh undang-undang. Hanya saja, tidak boleh anarkis dan tidak boleh melanggar peraturan lainnya karena itu pasti menyusahkan banyak pihak khususnya masyarakat umum.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam pertemuan bersama seluruh Muspida Sulsel dan para rektor untuk menyamakan visi tentang Undang-Undang Cipta Kerja.

"Hari ini kita komunikasi ke semua pihak termasuk dengan serikat pekerja, artinya kalau kita bisa berdialog kenapa kita harus turun ke jalan, apalagi merusak fasilitas negara yang notabene adalah uang rakyat yang dipakai membangun, sehingga kita di Sulsel ini lebih pada menyelesaikan masalah melalui dialog," kata Gubernur.

Gubrnur berharap mudah-mudahan kita terus menjaga kedamaian ini. Apalagi inikan masalah belum selesai, masalah pandemi COVID-19, ini juga menjadi fokus kita untuk menyelesaikan.

Dan diyakini untuk para mahasiswa sebagai calon-calon intelektual memiliki citra yang bagus dan merupakan harapan untuk menjadi agen perubahan.

0 KOMENTAR
Silahkan Login untuk memberikan komentar