Antisipasi Radikalisme dan Terorisme, Polda Kalsel Silaturahmi Ke Ponpes se-Kabupaten HSS
adminpolri
Sabtu, 03 Juli 2021 - 10:48 WIB
Antisipasi Radikalisme dan Terorisme, Polda Kalsel Silaturahmi Ke Ponpes se-Kabupaten HSS

Tribratanews.polri.go.id - Banjarmasin. Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersilaturahmi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) di Aula Ponpes Al-Baladul Amin, Selasa (29/6).

Turut berhadir, Kanit Subdit Kamsus Dit Intelkam Kompol I Wayan Suwardiasa, Kombes Pol Sasri Adijaya, Ketua FKPP HSS Fahmi, Ketua MUI HSS KH Muhammad Riduan Basri atau Guru Kapuh, serta para pengurus dan para guru Pondok Pesantren se-Kabupaten HSS.

Silaturrahmi itu bertajuk “Bersama Pemerintah dan TNI/Polri, Pondok Pesantren Sebagai Benteng Masuk dan Berkembangnya Paham Radikal/Intoleran serta Menjadi Pelopor Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan”.

Acara juga dibalut dengan kegiatan diskusi dan sosialisasi tentang pencegahan radikalisme dan terorisme dilingkungan ponpes.

Dalam pemaparannya, Kompol I Wayan Suwardiasa menyampaikan beberapa informasi penting, yakni tentang kasus Covid-19.

Pimpinan Polda Kalsel itu juga mengajak masyarakat mendukung kegiatan pemerintah melawan Covid-19 dengan cara berpartisipasi program Vaksinasi Covid-19, sehingga tidak perlu berpolemik bahwa virus ini rekayasa atau buatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol I Wayan Suwardiasa juga mengingatkan bahaya akan paham terorisme, radikalisme, intoleransi.

“Isu utama yang kita sampaikan, yakni antisipasi masuknya paham radikal di wilayah pondok pesantren. Kami apresiasi upaya pondok pesantren di wilayah HSS yang tergabung dalam FKPP, sangat konsen untuk penanganan radikalisme,” tutur Kompol I Wayan Suwardiasa .

Kompol I Wayan Suwardiasa berpesan kepada ponpes lebih selektif dalam mengangkat tenaga pengajar. Hal ini dimaksudkan sebagai filter bagi generasi muda saat ini yang sangat mudah untuk terprovokasi.

Dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme, pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pemahaman agama Islam.

“Pondok pesantren harus lebih waspada dalam mengangkat ustadz dan tenaga pengajar. Hal ini untuk mencegah narasi yang sifatnya provokatif,” tambah Kompol I Wayan Suwardiasa.

Senada dengan penyampaian Kompol I Wayan Suwardiasa, Kombes Pol Sasri Adijaya berharap agar setiap organisasi melakukan filter terhadap paham radikalisme yang menyebabkan sikap intoleransi dan memuncak pada aktivitas terorisme.

“Indonesia menduduki urutan 37 ancaman teror. Jadi mari menciptakan keadaan yang kondusif demi keutuhan NKRI. Semua elemen harus bersinergi demi menjaga Kamtibmas,” ujar Kombes Pol Sasri Adijaya .

Sementara itu, Ketua MUI HSS, KH Muhammad Riduan Basri atau Guru Kapuh menyampaikan, pentingnya rasa toleransi untuk mengantisipasi terjadinya paham-paham baru yang dapat menimbulkan konflik.

Menurutnya, semakin tinggi toleransi, maka semakin jauh dari radikal. “Terorisme merupakan bahaya laten. Tidak kelihatan, tapi berbahaya. Semakin tinggi toleransi, maka akan semakin jauh dari radikal. Toleransi yang dimaksud disini adalah, meyakini apa yang menurut kita benar, tanpa menyalahkan keyakinan orang lain,” kata Guru Kapuh.

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.