Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tetap Gelar Pos Penyekatan Hingga 17 Mei
(bg/bq/hy)
Kamis, 13 Mei 2021 - 07:00 WIB
Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tetap Gelar Pos Penyekatan Hingga 17 Mei

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyekatan arus mudik hingga tanggal 17 Mei 2021 mendatang. Sebab, diperkirakan masih ada orang yang akan pulang kampung hingga H+4 Hari Raya Idulfitri.

“Sampai tanggal 17 kita masih tetap menyekat keluar karena diperkirakan sampai tanggal 17 yang habis salat Id di Jakarta, namun kemudian keluar kota setelahnya. Jadi masih melaksanakan penyekatan sampai tanggal 17,” jelasnya, Kamis (13/5/21).

Sebelumnya, Kombes Pol Sambodo Purnomo menyampaikan, Polisi telah menambah pos penyekatan dan jumlah personel untuk mengantisipasi pemudik di titik perbatasan. Namun, memang masih banyak masyarakat khususnya pengendara sepeda motor yang memaksa untuk mudik dan lolos dari penyekatan pada H-3 hingga H-2.

“Mereka tidak mau kita putar balik sehingga kemudian menimbulkan dan membuat kerumunan yang justru malah berbahaya bagi kesehatan masyarakat itu sendiri. Ada para pemudik yang membawa anak-anak dan segala macamnya. Oleh sebab itu kami melakukan diskresi kepolisian, untuk kemudian secara bertahap membuka penyekatan untuk kemudian mereka bisa lolos hanya sekadar untuk memecah kerumunan,” jelas Dirlantas Polda Metro Jaya.

Kombes Pol Sambodo Purnomo juga mengatakan, pemudik yang lolos penyekatan di Kedung Waringin akan kembali menemui pos penyekatan di Tanjungpura, Karawang, yang berjarak kurang dari 1 kilometer. “Lolos dari Karawang masuk Purwakarta, masuk Subang ada lagi, masuk Indramayu ada lagi, masuk Cirebon ada lagi pos penyekatan, bahkan ke kota mana pun ketika para pemudik itu masuk ke kota tertentu itu ada penyekatan. Itulah sebabnya kita melaksanakan penyekatan berlapis dengan 381 titik,” katanya.

Tapi, seberapa besar pengamanan dan jumlah penyekatan, yang lebih dibutuhkan adalah kesadaran masyarakat untuk tidak mudik karena berpotensi menyebarkan Covid-19 di kampung halaman. “Intinya seberapa besar pasukan pun, yang kita butuhkan justru kesadaran kolektif masyarakat untuk sama-sama mau mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Karena mereka tidak mungkin kan kita paksa, kita dorong karena mereka bukan unjuk rasa. Kita tetap persuasif dan humanis,” jelas Dirlantas.

(bg/bq/hy)

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.