Sepekan Pemberlakuan ETLE di Banten, Ratusan Pengendara Ditilang
(fb/bq/hy)
Jum'at, 09 April 2021 - 12:10 WIB
Sepekan Pemberlakuan ETLE di Banten, Ratusan Pengendara Ditilang

Tribratanews.polri.go.id - Serang. Sepekan pemberlakuan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Kota Serang, Banten, ratusan pengendara diberikan sanksi tilang. Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, AKBP Hamdani mengatakan, sejak diberlakukannya ETLE pada tanggal 1 April 2021 terdeteksi sebanyak 237 pengendara yang melanggar. Mereka terdeteksi di tiga titik lokasi kamera ETLE yakni di lampu merah Ciceri, Sumur Pecung dan Pisang Mas, Kota Serang, Banten.

Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten mengungkapkan, dari 237 pengendara yang melanggar, 90 persennya merupakan pengendara roda empat tidak mengenakan seat belt atau sabuk keselamatan.

“Ada sebanyak 237 pengendara terkena ETLE karena melanggar dan diberikan sanksi tilang. Meskipun tingkat kegelapan kaca film depan 90 persen, tetap kamera bisa mendeteksi pengendara itu pakai atau tidak sabuk keselamatan, karena pakai infrared. Untuk pengendara motor mayoritas melanggar marka jalan. Saat berhenti di lampu merah, mereka melebihi garis berhentinya. Sejauh ini tidak ada kendala, pelanggar yang mendapatkan surat konfirmasi ada yang sudah mendatangi Polda Banten dan mengkonfirmasi melalui website,” jelas Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten.

Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten meminta kepada masyarakat agar tertib berlalulintas saat berkendara. Sebab, oprasiinal ETLE selama 24 jam.
“Sejauh ini tidak ada kendala, pelanggar yang mendapatkan surat konfirmasi ada yang sudah mendatangi Polda Banten dan mengkonfirmasi melalui website. Memang pelanggaran terbanyak pada malam hari. Jadi masyarakat hanya patuh saat ada petugas bukan aturan,” pungkas Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Banten.

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.