Ditresnarkoba Polda Kalbar, Bea Cukai Bersama BNNP Kalbar Musnahkan 20 Kilogram Sabu
(wm/bq/hy)
Rabu, 03 Maret 2021 - 17:00 WIB
Ditresnarkoba Polda Kalbar, Bea Cukai Bersama BNNP Kalbar Musnahkan 20 Kilogram Sabu

Tribratanews.polri.go.id. – Pontianak. Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar bersama Bea dan Cukai Kalbar, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar memusnahkan narkotika jenis sabu sebanyak 20 kilogram dengan mesin incinerator.

 

“Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil pengungkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dan penyerahan dari Bea dan Cukai Bagian Kalbar,” terang Dir Resnarkoba Polda Kalbar, Kombes Pol. Yohanes Hernomo di Pontianak, Rabu (03/03/2021).

 

Dirresnarkoba menjelaskan barang bukti yang dimusnahkan merupakan pengungkapan dari empat kasus kasus dengan TKP (tempat kejadian perkara) yang berbeda-beda.

 

“Sabu yang dimusnahkan merupakan pengungkapan dari empat kasus dan TKP yang berbeda mulai dari TKP di Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau sampai dengan Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau,” ungkapnya.

 

Selain itu, Dirresnarkoba juga mengucapkan dari pengungkapan kasus ini dapat menyelamatkan banyak generasi muda dari penggunaan barang haram itu.

 

"Jumlah jiwa yang terselamatkan dari kasus ini adalah 161.130 jiwa dengan estimasi pemakaian narkotika 1 gram untuk 8 jiwa,” terangnya.

Adapun jumlah tersangka sebanyak lima orang laki-laki dengan inisial RA (27), CM (26), DTS (24), SR (30), S (21). "Dari total 20 kilogram sabu merupakan gabungan dari empat kasus dan melibatkan lima orang laki-laki sebagai tersangka, khusus tersangka S (21) ditangkap di perbatasan Entikong dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 18 kilogram lebih,” ungkapnya.

Dirresnarkoba juga menegaskan bahwa pemberantasan barang haram ini bukan hanya tugas polisi dan BNN saja, tapi semua lapisan masyarakat.

“Memberantas narkotika bukan hanya tugas dari Polda dan BNN saja, melainkan tugas kita semua, saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena dapat membuat banyak orang sengsara dan bisa merusak generasi bangsa,” jelasnya.

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.