Sukseskan Pilkada Banten, Gabungan TNI-Polri Turunkan 4500 Personel
(wm/bq/hy)
Kamis, 26 November 2020 - 10:10 WIB
Sukseskan Pilkada Banten, Gabungan TNI-Polri Turunkan 4500 Personel

Tribratanews.polri.go.id. – Serang. Demi mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang diikuti oleh empat Kabupaten/Kota yang berada di Banten, TNI – Polri menurunkan tim gabungan sebanyak 4500 personel.  

Kapolda Banten, Irjen Pol. Drs. Fiandar mengatakan, Polda Banten menyiapkan sebanyak 3500 personel untuk mengamankan Pilkada serentak di Banten tahun 2020. Hal itu disampaikan Kapolda usai Apel kesiapsiagaan pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (25/11/2020).  

Kapolda mengungkapkan, Pilkada tahun ini, berbeda dengan sebelumnya, karena bertepatan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, ia mengimbau seluruh pihak tetap menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.  

“Untuk itu saya mengajak kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan para calon kepala daerah agar bersama-sama kita menjaga kamtibmas, agar tahapan pilkada serentak ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Kapolda.  

Turut hadir dalam apel tersebut, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.Ip., M.M., Wagub Banten H. Andika Hazrumy, S.Sos., M.A.P., dan Wali Kota Serang H. Syafrudin, S.Sos., M.Si.  

Sementara itu, Pangdam III Siliwangi mengatakan, sesuai dengan Undang-undang mensuksseskan Pilkada serentak di Banten, pihaknya memberikan bantuan 1000 personil. Pihaknya akan mengambil tindakan tegas membubarkan kerumunan massa yang berpotensi menjadi transmisi penularan virus Covid-19.  

Pangdam III Siliwangi juga menegaskan bila massa sudah diperingatkan tapi tidak diindahkan, maka TNI akan turun tangan membantu Polisi dan Satpol PP membubarkan massa.  

“Kalau kita semua bisa menjaga protokol kesehatan tentu akan mengurangi perkembangan Covid-19 di Banten. Kalau misalkan sudah diingatkan tidak mau mengikuti ya nanti polisi Satpol PP akan mengambil tindakan dan diback-up oleh TNI kita bubarkan karena itu sudah melanggar protokol kesehatan,” tegasnya. 

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.