Polisi dan Izin Keramaian di Tengah Pandemi
adminpolri
Sabtu, 26 September 2020 - 18:07 WIB
Polisi dan Izin Keramaian di Tengah Pandemi

Pandemi Covid 19 belum berlalu. Bahkan, seminggu terakhir, catatan mereka yang terpapar terus bertambah, dan membuat rekor dari segi jumlah mereka yang terpapar. Tidak heran, jika PSBB kembali diberlakukan di Jakarta, yang menyebabkan polisi juga melarang hampir semua aktifitas masyarakat, yang melibatkan banyak orang.

Selain tahapan Pilkada, yang terus menerus menimbulkan pro dan kontrak tentang kelanjutannya, saat ini juga tengah ramai dibicarakan izin penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional, Liga 1 dan Liga 2.

Rencana kompetisi sepakbola kasta-kasta tertinggi di level nasional itu, akan dimulai kembali, awal Oktober mendatang. Sebagian masyarakat merasa, hadirnya kembali pertandingan sepakbola, meski tidak dihadiri penonton, tetap berpotensi menimbulkan cluster baru mereka yang terpapar Covid 19.

Selain pemain, official team, dan penyelenggara pertandingan yang rentan terpapar Covid 19, karena tidak ketatnya aturan dan aplikasi protokol kesehatan yang dijalankan, di luar stadion tetap akan ada suporter team yang datang dan menkmbulkan kerumunan, meski mereka tidak bisa masuk ke stadion.

Artinya, pertandingan sepakbola di berbagai kota Indonesia dan berjalan 2-3 kali dalam seminggu, bukan tidak mungkin akan menjadi ledakan dalam kasus banyaknya pasien Covid 19 dj Indonesia. Melihat besarnya ancaman berlipatnya meningkatnya pasien Covid 19 di Indonesia, jika kompetisi sepakbola nasional, kembali digulirkan, rasanya memang wajar jika ada sebagian masyarakat menghendaki polisi tidak memberikan izin digelarnya kembali Liga 1 dan Liga 2.

Hal yang amat wajar, dan pasti akan menjadi pertimbangan Polri. Namun, apapaun keputusan yang diambil pimpinan Polri nanti, barangkali masyarakat harus bisa mendukung, semua langkah yang diambil Polri. Jikapun polisi nanti melarang event tersebut, tentu itu merupkan langkah terbaik, sehingga tidak perlu juga menimbulkan pro dan kontra kembali di tengah masyarakat, termasuk para stake holder sepakbola nasional.

Jikapun polisi tetap memperbolehkan event tersebut bergulir, berarti pimpinan polri sudah memperhitungkan semua aspek, untuk menjamin bahwa event tersebut akan aman, sesuai dengan protokol kesehatan.

0 KOMENTAR
Silahkan Login untuk memberikan komentar