Polres Bogor Ungkap 7 Penyalahgunaan Kasus Narkoba Senilai Milyaran Rupiah, 9 Pelaku Ditangkap
(wm/bq/hy)
Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:03 WIB
Polres Bogor Ungkap 7 Penyalahgunaan Kasus Narkoba Senilai Milyaran Rupiah, 9 Pelaku Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id - Bogor. Jajaran Polres Bogor berhasil membongkar penyimpanan pengedar sabu di pedalaman Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat penggerebekan polisi menemukan sabu seberat 5kilogram yang dikemas dalam kemasan teh asal China merek Guanyinwang senilai Rp6 miliar.

 

“Ada tujuh kasus yang kami ungkap, sabu dan ganja dengan 9 tersangka dengan 5,42kilogram dan ganja 36,75 gram,” terang Kapolres Bogor, AKBP Harun, S.I.K., S.H.

 

Kapolres mengatakan, dari sembilan tersangka, satu kasus adalah IH (31 tahun) ditangkap di sebuah kontrakan daerah Kecamatan Cibungbulang. Dari tersangka didapati sabu 106gram dan lima bungkus plastik berwarna hijau dengan merek Tea Guanyinwang.

 

“Ini berisi sabu dengan berat 5,24kilogram masing-masing satu kilogram,” ungkap Kapolres.

 

Kapolres menambahkan, dalam pengungkapan kasus ini Polres Bogor melakukan pengintaian dan penangkapan bersama Polda Metro Jaya. Dari hasil penyelidikan, pelaku IH mendapatkan sabu tersebut dari pelaku berinisial RC.

 

“Ini masih dalam buronan kita, pelaku IH ini diarahkan untuk mengambil barang di daerah Bekasi. Kemudian diedarkan IH ke daerah Kota Bogor dan di daerah Bogor,” terang Kapolres.

 

Dari hasil pengedaran tersebut, IH mendapat komisi setiap pengambilan Rp10 juta per kilogram dari tersangka RC. IH sudah mengedarkan sabu selama satu tahun terakhir. Selain IH, RC memiliki pengedar lain berinisial HD (23 tahun) yang di tangkap di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor. HD sendiri mendapat upah setiap gram Rp50 ribu.

 

“Karena HD ini tidak bekerja. Sudah satu tahun menjadi kurir sabu,” tambah Kapolres.

 

Kapolres juga mengatakan, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup dan penjara minimal 5 tahun sampai 20 tahun penjara dengan denda satu sampai Rp10 miliar.

 

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Eka Candra Mulyana, S.H., S.I.K., mengatakan, pelaku utama yang kini masih buron berinisial RC sendiri yang mengirim kepada para kurir. Instruksi dilakukan melalui komunikasi HP dan peta pengiriman. RC sendiri diduga merupakan bagian jaringan internasional.

 

“Ini merupakan jaringan internasional yang banyak didapati seperti ini dengan kemasan teh Guanyinwang, banyak yang dilakukan penangkapan dari Polda Metro maupun Polda lainnya kemasannya seperti ini kemasan teh chinese tea,” terang Kasat Narkoba.

 

Pelaku kurir sendiri berperan hanya menempel ke titik yang sudah disediakan pelaku utama. Kasat Narkoba menaksir dari barang bukti yang disita bernilai sekitar Rp6 miliar. 

 

“Tersangka kurir sendiri belum mengetahui keberadaan pelaku utama karena mereka belum pernah bertemu, barang bukti enam kilogram kurang lebih enam miliar,” tambah Kasat Narkoba.

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.