Ditreskrimsus Polda Kepri Bekuk Penjual Tas Mewah Abal-abal
Admin Humas
Jum'at, 03 September 2021 - 12:02 WIB
Ditreskrimsus Polda Kepri Bekuk Penjual Tas Mewah Abal-abal

Tribratanews.polri.go.id - Batam. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) membekuk Alisya Febryanti Purnama (28). seorang penjual tas mewah abal-abal di Bintaro, Tanggerang Selatan, Banten.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol. Teguh Widodo mengatakan, pelaku diamankan pihaknya itu menjual tas mewah palsu.
“Pelaku melakukan penipuan terhadap warga Batam, setelah mendapatkan informasi keberadaannya langsung diamankan di kediamannya,” jelasnya.

Kasubdit V Cyber Dirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Iwan Ariandy menambahkan pelaku memasarkan dagangannya menggunakan platform media sosial Instagram dengan akun @britaniaautehtic. Kasubdit V Cyber Dirreskrimsus Polda Kepri menjelaskan pengungkapan kasus itu bermula dari seorang korban warga Batam merasa tertipu dalam membeli tas mewah kepada pelaku.

Kasubdit V Cyber Dirreskrimsus Polda Kepri menjelaskan untuk membeli tas dan jam mewah tersebut telah mengeluarkan uang sebesar Rp102 juta. Tetapi, saat pesanan tiba, korban hanya mendapat barang seken dan palsu.

“Korban memesan tas bermerek seperti jam tangan merek Rolex, tas LV, dua buah tas Chanel. Korban percaya kepada pelaku karena sebelumnya membeli jam Dior yang datang adalah barang asli,” jelasnya.

Atas kasus penipuan tersebut korban mengalami kerugian material sebesar Rp 102 juta. Saat ini kasus penipuan tersebut sudah memasuki Tahap P 21. Barang bukti berupa tas yang dipesan korban tersebut sudah di cek keabsahannya kepada merek-merek tersebut. Kasubdit V Cyber Dirreskrimsus Polda Kepri menyebutkan dari keterangan pelaku baru melakukan penipuan tersebut satu kali ini.

“Berkas perkara nya sudah P21 untuk diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Batam. Barangnya dari keterangan pihak Chanel palsu. Uang hasil penipuan dipakai untuk gaya hidup seperti beli dompet prada, Celina, Burberry dan iPhone 12 serta untuk jalan jalan ke Malang dan Yogyakarta,” jelasnya.

Atas perbuatannya pelaku diduga melanggar Pasal 45 A Ayat1 junto Pasal 28 Ayat 1 dan atau Pasal 51 Ayat 2 Junto pasal 36 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 378 KUHP.

0 KOMENTAR
Simpan nama, email, dan situs web pada browser ini untuk komentar berikutnya.