Pengungkapan Sindikat Produksi Berita Hoax yang beromzet milyaran Rupiah
adminpolri
Senin, 18 Oktober 2021 - 12:25 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Akun YouTube milik Direktur TV swasta lokal di Jawa Timur, AZ, disita polisi atas kasus penyebaran hoax dan SARA, menyerang Sinergitas TNI-Polri dan berpotensi menyebabkan Polarisasi serta memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Aktual TV adalah konten yang ada di YouTube. Tetapi mereka orang yang bukan sebagai pelaku yang sesuai dengan UU Pers atau penyiaran," ujar pakar komunikasi Henry Subiakto di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10/21).

Menurutnya, meski status AZ diketahui sebagai direktur TV swasta, latar belakang Arief sebagai seseorang yang bekerja di bidang jurnalistik tidak bisa dilekatkan pada konten di akun YouTube tersebut.

Aktual TV dapat dikategorikan sebagai Organized Crime atau Kejahatan Terstruktur, yang di komandoi Tersangka AZ salah satu direktur TV swasta lokal jawa timur di bantu 2 tersangka yang lain. Dari ke-3 Tersangka yang di amankan, mereka memiliki peran masing-masing dan mereka telah mendapatkan keuntungan 1,8 hingga 2 milyar rupiah dalam kurun waktu 8 bulan.

"Ini bukan kebebasan pers, tapi upaya provokasi untuk melakukan kebencian, syiar kebencian pada tokoh atau kelompok tertentu, agama tertentu dan institusi negara. Oleh karenanya, kami dari pakar komunikasi, saya apresiasi Polres Jakarta Pusat karena ini sangat berbahaya," ujarnya.

Kejahatan ini tergolong fenomena baru dan modus operandi baru. Mereka mengaburkan indentitas akun dengan membeli akun dari transaksi jual beli, sehingga sulit di deteksi pihak kepolisian. Kejahatan ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi, tanpa melihat akibat yang di timbulkan.

"Kami jelaskan ini apakah ada motivasi lain sedang kami selidiki karena ini modus baru yang memprihatinkan. Yang jelas diakui mereka tidak benar," terangnya.

Tersangka ditangani secara Profesional oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan berkas telah lengkap P21 di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Dengan pengungkapan ini semoga menjadikan pelajaran untuk kita semua dalam mencerna setiap berita yang kita dapatkan, terutama yang tersebar di Media Sosial.

BERITA TERKAIT
0 KOMENTAR
Silahkan Login untuk memberikan komentar