Polres Ponorogo Manfaatkan Kesenian Reog sebagai Media Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

14 February 2026 - 10:00 WIB
Antara

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo di Jawa Timur, memanfaatkan kesenian reog sebagai media sosialisasi tertib berlalu lintas dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya, mengatakan, pendekatan budaya dipilih agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.

"Kami sengaja menggunakan Reyog karena itu ciri khas Ponorogo. Harapannya pesan keselamatan lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat," ujar Kasat Lantas, Jumat (13/2/2026).

Menurut Kasat Lantas, kemasan sosialisasi yang kreatif dinilai lebih efektif dibandingkan penyampaian konvensional, sehingga masyarakat tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan berkendara.

Dalam pelaksanaan operasi yang telah berjalan sekitar 10 hari, Satlantas memfokuskan edukasi kepada kalangan pelajar. Langkah tersebut diambil karena angka kecelakaan lalu lintas di Ponorogo masih didominasi usia remaja 16–19 tahun.

"Awalnya kami menyasar pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi maupun kelengkapan kendaraan. Kelompok usia remaja masih mendominasi angka kecelakaan," ujarnya.

Selain sosialisasi, petugas juga melakukan penertiban serta memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib dengan membagikan cokelat melalui program "Jumat Berkah" sebagai bentuk pendekatan humanis.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm dan melengkapi surat kendaraan mulai menunjukkan peningkatan selama operasi berlangsung.

Namun, penegakan dan edukasi akan terus dilakukan hingga operasi berakhir. Ia berharap langkah tersebut dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di kalangan remaja, sekaligus menjadi persiapan menjelang Operasi Ketupat.
"Kami ingin budaya tertib berlalu lintas tidak hanya muncul saat ada operasi, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari," tutup Kasat Lantas.

Share this post

Sign in to leave a comment