Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan dua momen emosional yang melibatkan dua ikon terbesar sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Keduanya sama-sama meneteskan air mata, tetapi dengan makna yang sangat berbeda, Rabu (8/7/27).
Cristiano Ronaldo harus menerima kenyataan pahit setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Lionel Messi justru merayakan salah satu malam terbaiknya bersama Argentinausai membawa Albiceleste bangkit secara dramatis.
Kontras tersebut tak luput dari perhatian pandit ITV, Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai kedua momen tersebut menjadi gambaran betapa tipisnya jarak antara kegagalan dan kejayaan di panggung sepak bola terbesar dunia.
Bagi Keane, tangis Ronaldo dan Messi menjadi potret emosional yang memperlihatkan besarnya arti Piala Dunia bagi para pemain terbaik dunia. Menurutnya, itulah alasan mengapa turnamen ini selalu menghadirkan cerita yang sulit dilupakan.
Cristiano Ronaldo menutup perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 dengan cara yang menyakitkan. Selecao harus mengakui keunggulan Spanyol setelah kalah 0-1 pada babak 16 besar.
Berbeda dengan Ronaldo, Lionel Messi justru menjadi aktor utama kemenangan dramatis Argentina atas Mesir. Albiceleste sempat tertinggal 0-2 dan Messi bahkan gagal mengeksekusi penalti sebelum akhirnya bangkit mencetak satu gol dan satu assist untuk membawa timnya menyamakan kedudukan.
Kebangkitan Argentina berlanjut hingga akhirnya menang 3-2. Seusai pertandingan, Messi berulang kali diangkat oleh rekan-rekan setimnya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besarnya dalam membawa sang juara bertahan lolos ke perempat final.
(rz/hn/rs)