Pengamat: Kolaborasi Polri dan Ulama Penting Jaga Persatuan Bangsa

28 September 2026 - 15:42 WIB
antara

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Pengamat politik senior Boni Hargens menilai kolaborasi antara Polri dan ulama perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat.

Menurut Boni, sinergi tersebut tercermin dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan yang mempertemukan unsur kepolisian dan tokoh agama. Model kolaborasi seperti itu dinilai penting untuk terus dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

Pasalnya, kata dia, kedua pihak tidak berdiri sebagai dua entitas yang terpisah, tetapi sebagai dua sayap dari satu burung Garuda Indonesia yang sama.

“Persatuan dan kesatuan bukan slogan kosong melainkan pilihan aktif yang harus diperjuangkan setiap hari oleh setiap warga negara dan semua elemen bangsa,” kata Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/09/2026).

Boni menilai ulama memiliki peran penting sebagai tokoh moral dalam membangun kesalehan sosial di tengah masyarakat. Menurut dia, kesalehan sosial tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tercermin melalui sikap kemanusiaan, keadilan, solidaritas, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan kuatnya kesalehan sosial di tengah masyarakat dapat membantu meringankan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Sebab, masyarakat sendiri telah memiliki fondasi moral yang kuat untuk menolak provokasi, menghindari konflik, dan memilih jalur damai dalam menyelesaikan perbedaan, katanya.

Boni juga menyoroti tantangan persatuan bangsa di tengah perkembangan ruang digital. Menurut dia, polarisasi opini, penyebaran disinformasi, hingga pertarungan kepentingan politik di dunia maya dapat memicu perpecahan dan memperlebar jarak antarkelompok masyarakat.

"Dalam konteks ini lah, kehadiran para ulama semakin fundamental sebagai kekuatan moral yang mendukung kerja aparat keamanan," tuturnya.

Pandangan tersebut disampaikan setelah kegiatan Ngaji Kebangsaan yang digelar di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/09/2026). Dalam kegiatan itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Jenderal Sigit menegaskan pentingnya hubungan antara ulama dan umara sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ulama dan umara berfungsi sebagai lentera dan kompas moral yang memberikan arah spiritual, nasihat bijak, dan landasan etika bagi seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Polri sebagai aparatus negara mengemban tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.

Sinergi antara tokoh agama dan aparat keamanan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan yang berkembang.

(Ad/hn/rs)

in Opini

Share this post

Sign in to leave a comment