Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Viral di Instagram unggahan berisi narasi yang mengeklaim bahwa industri vaksin sengaja membuat anak-anak sakit demi meraup keuntungan miliaran dolar.
Vaksinasi dini diklaim memicu berbagai penyakit seperti Attention Deficit Disorder (ADD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), asma, hingga eksim. Penyakit-penyakit ini disebut membuat anak-anak bergantung pada obat-obatan seumur hidup.
Namun faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Melansir dari tempo.co, Selasa (28/4/26), vaksinasi tidak terkait dengan ADHD, autisme, maupun eksim pada anak. Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Alergi-Imunologi Klinik Universitas Airlangga Ari Baskoro, menegaskan tidak ada penelitian yang menunjukkan vaksin meningkatkan insiden autisme dan ADHD.
Melansir dari situs medicalnewstoday.com, vaksin tidak secara langsung menyebabkan penyakit-penyakit tersebut, namun dapat memicu gejala pada mereka yang memiliki kerentanan genetik akibat respons peradangan tubuh. Warga dengan riwayat genetik rentan diimbau berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani vaksinasi.
(sy/hn/rs)