Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Viral di Facebook unggahan berisi narasi yang mengeklaim 7.000 tenaga kesehatan di Indonesia terinfeksi Hepatitis B akibat jarum suntik yang mereka gunakan sendiri. Narasi tersebut kemudian digunakan untuk mempertanyakan keamanan alat kesehatan dan memicu keraguan masyarakat terhadap layanan tenaga kesehatan.
Namun faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Melansir dari klinikhoaks.jatimprov.go.id, Selasa (4/8/26), tenaga kesehatan memang termasuk kelompok yang berisiko lebih tinggi terpapar Hepatitis B karena pekerjaannya sering bersentuhan dengan darah dan cairan tubuh pasien.
Namun, tidak ada keterangan resmi yang menyebut seluruh kasus Hepatitis B disebabkan oleh jarum suntik yang mereka gunakan sendiri. Angka 7.000 yang beredar merupakan data lama tahun 2014, di mana sekitar 4.900 kasus berkaitan dengan pajanan saat bekerja, sedangkan sekitar 2.100 lainnya berasal dari populasi umum.
(sy/hn/rs)