Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Viral di media sosial sebuah unggahan yang mengaitkan lonjakan kasus human immunodeficiency virus penyebab acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) dengan kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT). Unggahan tersebut mengklaim bahwa penyumbang HIV terbesar adalah kaum LGBT.
Namun faktanya, klaim dengan narasi yang menuding LGBT sebagai penyebab lonjakan kasus HIV adalah tidak benar. Melansir dari tempo.co, Jumat (17/7/26), orientasi seksual bukanlah penyebab penularan HIV/AIDS. Penyakit tersebut ditularkan melalui perilaku seks yang berisiko dan penggunaan jarum suntik yang tidak aman.
Perilaku seksual merupakan segala bentuk tingkah laku seseorang berdasarkan hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku seksual disebut berisiko jika salah satunya berpotensi menularkan HIV/AIDS.
(sy/hn/rs)