Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Viral di Tiktok unggahan video yang menyebutkan hasil uji laboratorium dari air yang diambil dari sinkhole yang terjadi di Provinsi Sumatra Barat, dengan narasi yang menyebutkan bahwa hasil uji labor sumber air sinkhole di Situjuah Batua, 50 Kota, pH airnya 8,4.
Sementara, air Zam-Zam saja PH-nya cuma 7,9-8,0 dan air mineral kemasan merek² terkenal saja pH airnya cuma 7,6 sehingga air yang muncul dari sinkhole tersebut adalah "harta karun" dan berkah yang harus dikelola, serta dimanfaatkan sebaik mungkin.
Namun faktanya, setelah dilakukan penelusuran dengan menggunakan kata kunci “hasil lab air sinkhole di Sumbar” pada pencarian Google, hasil penelusuran ditemukan artikel yang diulas oleh sumbakita.id yang tayang pada Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam keteranganya, Sekretaris Dinas Kesehatan Limapuluh Kota Deni Hendra Suryadi, menyatakan air yang keluar dari lubang sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, mengandung bakteri Escherichia coli dan coliform berdasarkan hasil uji Laboratoriun Kesehatan Daerah Provinsi Sumatra Barat pada 11 Januari 2026.
Dengan temuan tersebut, air sinkhole dinyatakan tidak layak dikonsumsi langsung karena berisiko menyebabkan diare dan gangguan saluran pencernaan. Masyarakat diimbau tidak mempercayai klaim manfaat air sinkhole tanpa dasar ilmiah.
(sy/hn/rs)