Tribratanews.polri.go.id - Lonjakan harga energi global, ketegangan geopolitik, serta tekanan terhadap rantai pasok telah menempatkan Indonesia dalam situasi yang tidak sepenuhnya aman. Ketergantungan pada energi impor dan tekanan terhadap APBN menunjukkan bahwa stabilitas energi nasional saat ini berada dalam kondisi yang rentan, meski di permukaan terlihat terkendali.
Masalahnya, energi hari ini tidak lagi bisa dipahami sebagai isu ekonomi semata. Ia telah bergeser menjadi bagian dari sistem keamanan nasional. Ketika energi terganggu, dampaknya tidak berhenti pada harga atau pasokan, tetapi menjalar ke stabilitas sosial, daya beli masyarakat, hingga legitimasi negara itu sendiri.
Ir. R. Haidar Alwi, MT - Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menegaskan bahwa energi adalah fondasi utama negara modern.
“Energi bukan hanya soal pasokan dan harga. Ia adalah sistem yang menopang stabilitas negara. Ketika energi terganggu, maka yang runtuh bukan hanya ekonomi, tetapi kepercayaan publik, ketenangan sosial, dan bahkan legitimasi kekuasaan. Di titik itu, negara sedang diuji, apakah memiliki sistem yang mampu menahan tekanan atau justru ikut terguncang,” tegas Haidar Alwi.
Kesadaran ini membawa satu kesimpulan mendasar: menjaga energi berarti menjaga stabilitas negara. Dan stabilitas itu tidak pernah berdiri sendiri, ia selalu dijaga oleh sistem keamanan yang bekerja di balik layar.
(ta/hn/rs)