Akademisi Nilai Polri Berhasil Redam Eskalasi Demo 27 Agustus

1 September 2026 - 17:15 WIB

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polri dinilai berhasil mengendalikan situasi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/08/2026) diwarnai kericuhan, Meski terjadi sejumlah insiden, situasi disebut tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan Gian Kasogi mengatakan, keberhasilan pengamanan demonstrasi tidak semata-mata diukur dari ada atau tidaknya kericuhan. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah kemampuan aparat mencegah situasi berkembang menjadi eskalasi yang tidak terkendali.

“Kurang tepat kalau kita mengatakan tidak terjadi kerusuhan sama sekali. Kerusuhan memang terjadi. Tetapi yang perlu dilihat adalah apakah kerusuhan itu kemudian berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas dan tidak terkendali,” kata Gian dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Demokrasi, Mencegah Kerusuhan: Respons Publik terhadap Penanganan Aksi 27 Agustus 2026’ di Jakarta Pusat, Senin (31/08/2026).

Sejumlah laporan menyebut kericuhan setelah aksi demonstrasi antara lain diwarnai perusakan fasilitas umum, pembakaran pagar Gedung DPR/MPR, serta gangguan keamanan di beberapa lokasi.

Dalam rangkaian penanganan tersebut, polisi mengamankan 322 orang untuk menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri atas 162 orang dewasa dan 160 anak atau remaja.
Gian menilai kemampuan aparat dalam mengendalikan eskalasi menjadi salah satu indikator penting dalam melihat penanganan aksi demonstrasi berskala besar.

“Ukurannya bukan apakah dalam sebuah demonstrasi sama sekali tidak ada gesekan. Yang lebih penting adalah bagaimana negara mengendalikan eskalasi ketika situasi mulai berubah dan memastikan gangguan keamanan tidak berkembang menjadi kekacauan yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Gian, Polri menghadapi tantangan untuk menjalankan dua kepentingan secara bersamaan, yakni memastikan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga keselamatan warga dan ketertiban umum.

Ia juga menyoroti pentingnya persiapan dan koordinasi lintas institusi sebelum aksi berlangsung. Menurutnya, kesiapan aparat menjadi faktor penting dalam menghadapi demonstrasi dengan jumlah massa yang besar.

Sebelumnya, TNI menyatakan siap memberikan perkuatan apabila dibutuhkan Polri. Namun, TNI tetap menegaskan bahwa pengamanan demonstrasi merupakan tugas utama Polri.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan dukungan TNI diberikan atas permintaan Polri. Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi konsentrasi massa.

Gian menilai koordinasi antara Polri, TNI, dan sejumlah pihak terkait menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap terkendali.

Meski menilai pengendalian eskalasi sebagai hal positif, ia mendorong evaluasi tetap dilakukan untuk memperbaiki pola pengamanan aksi ke depan, Evaluasi dinilai penting agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan ketertiban umum.


(Ad/hn/rs)

in Opini

Share this post

Sign in to leave a comment