Wamenkomdigi Beberkan Potensi Indonesia Masuk Rantai Pasok AI Global

7 May 2026 - 12:01 WIB
antara

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital Nezar Patria membeberkan potensi besar Indonesia untuk masuk dalam rantai pasok industri kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) global yang tengah berkembang pesat.

“Kita penghasil timah terbesar di dunia. Dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chip,” ujar Wamenkomdigi, Kamis (7/5/2026).

Selain timah, Indonesia juga memiliki cadangan pasir silika yang mengandung silikon, salah satu bahan baku utama dalam pembuatan semikonduktor. Namun, menurut Nezar, Indonesia saat ini masih sebatas pemasok bahan mentah dan belum mampu mengolahnya sesuai kebutuhan industri teknologi global.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kemampuan hilirisasi dan pengolahan sumber daya agar Indonesia dapat mengambil peran strategis dalam rantai pasok industri AI dunia.

Wamenkomdigi juga menilai Indonesia memiliki keunggulan dari sisi energi untuk mendukung pengembangan pusat data AI.

“Kita punya kelebihan energi, renewable energy. Listrik kita produksinya cukup banyak, bahkan setahun yang lalu melimpah,” katanya.

Selain sumber daya alam dan energi, Indonesia dinilai memiliki bonus demografi yang besar untuk mendukung industri AI. Dengan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa dan usia rata-rata 30 tahun, Indonesia dianggap memiliki potensi sumber daya manusia yang kuat.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menjalankan program AI Talent Factory guna meningkatkan kapasitas talenta digital di bidang AI.

“Kita coba kumpulkan best talent yang ada di universitas, kemudian kita berikan program-program dasar sampai dengan advance bagaimana memberikan solusi AI,” ujar Wamenkomdigi.

Ia optimistis, dengan strategi yang tepat dan dukungan sumber daya yang dimiliki, Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam rantai pasok industri AI global.

“AI tidak usah ditakuti akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana dia bisa menjadi companion dalam kerja-kerja yang kita lakukan,” tutup Wamenkomdigi.

(ndt/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment