Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) dapat memperkuat pemenuhan gizi pada masa seribu hari pertama kehidupan (usia 0-2 tahun).
“Ibu menyusuinya menerima MBG, begitu juga balita dengan balita non-PAUD, keduanya mendapatkan manfaat program ini secara langsung. Masa seribu hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting, optimal, dan krusial untuk mencegah stunting menuju Indonesia emas 2045," ujar Wamendukbangga, Jumat (30/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga/BKKBN melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga diterima langsung oleh sasaran 3B. TPK juga berperan memberikan edukasi serta menjembatani komunikasi terkait kebutuhan gizi khusus penerima manfaat.
“Kami mengkomunikasikan kebutuhan khusus dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita benar-benar diperhatikan. Jika ada ibu hamil yang tidak bisa mengkonsumsi jenis makanan tertentu, hal tersebut bisa disampaikan agar dicarikan menu pengganti dengan kandungan gizi setara, sehingga kebutuhan gizinya tetap terpenuhi," tuturnya.
Salah satu penerima manfaat, Sucu Citra (26) mengatakan Program MBG 3B membantu menjaga asupan gizi dirinya dan anaknya.
"Program ini sangat membantu untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah stunting sejak dini," ucap Sucu.
(ndt/hn/rs)