Tribratanews.polri.go.id - Gorontalo. Dalam rangka mendukung kegiatan Peran Saka Bhayangkara Nasional 2025, Tim Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo memberikan materi tentang identifikasi kepolisian kepada para peserta yang berlangsung di Aula Titinepo Polda Gorontalo, Kamis (6/11/25).
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Bripka Boni Ahmad Aduna, personel dari Subbag Identifikasi Ditreskrimum Polda Gorontalo, yang menjelaskan secara komprehensif tentang peran penting identifikasi dalam proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.
Dalam pemaparannya, Bripka Boni Ahmad Aduna menjelaskan bahwa fungsi identifikasi merupakan salah satu unsur penting dalam penyelidikan kepolisian, karena berhubungan langsung dengan pengumpulan bukti ilmiah untuk mengungkap kasus kejahatan. Ia juga memperkenalkan berbagai alat identifikasi serta menjelaskan tahapan-tahapan dalam proses identifikasi sidik jari, wajah, dan barang bukti lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik peserta Saka Bhayangkara bahwa proses identifikasi merupakan langkah ilmiah dalam membantu penyidik menemukan pelaku tindak kejahatan. Identifikasi bukan hanya soal sidik jari, tetapi juga bagaimana kita mengamankan dan mengolah barang bukti secara benar,” ujar Bripka Boni.
Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Selain teori, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung demonstrasi alat-alat identifikasi dan praktik sederhana mengenai cara pengambilan sidik jari serta dokumentasi TKP.
Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan anggota Saka Bhayangkara tentang pentingnya peran identifikasi dalam tugas kepolisian, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia kepolisian dan ilmu forensik.
Dengan adanya kegiatan pembekalan ini, diharapkan peserta Saka Bhayangkara semakin memahami pentingnya ketelitian, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, serta dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya masing-masing.
(pt/hn/rs)