Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Polda Jawa Barat menyatakan proses identifikasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) terkendala kondisi jenazah yang telah mengalami perubahan signifikan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan sebagian besar jenazah yang ditemukan telah berada di lokasi lebih dari enam hari sehingga mempersulit proses pengenalan identitas.
“Kondisi jenazah yang sudah lebih dari enam hari menyebabkan pembusukan dan perubahan jaringan, sehingga menjadi tantangan dalam proses identifikasi,” ujar Kabid Humas, Rabu (4/2/2026).
Meski demikian ia memastikan proses identifikasi tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan berbagai metode forensik yang tersedia.
“Sejauh ini belum ada kendala yang tidak bisa diatasi. Tim ante mortem dan post mortem masih bisa menggunakan berbagai teknik untuk menggali data identitas fisik korban,” terangnya.
Kabid Humas menyampaikan hingga saat ini sebanyak 68 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Barat, sementara 17 kantong jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
“Biasanya sore hari tim DVI akan melakukan rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem sebelum mengumumkan identitas korban,” kata Kabid Humas. Pihaknya menegaskan proses identifikasi akan terus dilakukan secara maksimal guna memastikan seluruh korban dapat dikenali dan diserahkan kepada pihak keluarga sesuai prosedur yang berlaku.
“Karena berdasarkan laporan yang kami terima, jumlah orang hilang terus diperbarui setiap hari. Kami akan melayani sampai seluruh proses selesai,” ujar Kabid Humas.
(ndt/hn/rs)