Menkomdigi: Konektivitas Nasional Stabil dan Aman Selama Libur Nataru 2025/2026

6 January 2026 - 07:35 WIB
Antaranews

Tribratanews.polri.go.id - Bandung. Kemkomdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital), memastikan bahwa kualitas layanan telekomunikasi nasional berada dalam kondisi stabil sepanjang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meski terjadi lonjakan trafik akibat tingginya mobilitas nasional.

“Dari tanggal 19 (Desember 2025) hingga 4 Januari, kami laporkan, dan mudah-mudahan ini sudah terasa juga oleh masyarakat, bahwa kualitas cukup terjaga, stabil dan aman untuk konektivitas nasional berada dalam kondisi terjaga,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP., usai penutupan Posko Bersama Pemantauan Kualitas Layanan Telekomunikasi, dilansir dari laman Antaranews, Senin (5/1/26).

Dalam kesempatannya, ia menyampaikan, kondisi kualitas layanan telekomunikasi selama periode tersebut terjaga dengan pengukuran di 104 Kabupaten Kota atau 35 Provinsi, di mana kecepatan rata-rata mencapai 80,58 Mbps untuk unduh dan 35,36 Mbps untuk unggah.

Selanjutnya, ia mengatakan sementara itu untuk operator seluler (opsel) Telkomsel, ia menyebut rata-rata kecepatan tertingginya mencapai 96,15 Mbps, Indosat 80,79 Mbps, dan dan XL Smart 63,01 Mbps. Angka ini menunjukkan jaringan tetap mampu melayani peningkatan trafik selama puncak liburan.

Layanan ini mendukung kebutuhan warga untuk berkomunikasi, mengakses informasi, dan melakukan transaksi digital saat bepergian. Posko pemantauan beroperasi sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Adapun lonjakan trafik data yang terjadi selama periode tersebut, XL Smart mengalami peningkatan tertinggi hingga 40 persen, Telkomsel naik 12,4 persen, dan Indosat 13,36 persen.

Pemantauan dilakukan melalui 35 posko Unit Pelaksana Teknis Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kemkomdigi serta 255 posko bersama operator seluler di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Kemkomdigi juga memprioritaskan pemulihan jaringan di wilayah terdampak bencana, terutama di Aceh. Langkah ini penting agar warga tetap dapat terhubung dengan keluarga dan mengakses informasi darurat.

Saat ini, pemulihan infrastruktur konektivitas operator di Aceh telah melampaui 95 persen. Dari total 3.208 BTS, hanya tujuh BTS yang masih dalam proses perbaikan.

“Hari ini setelah kita tutup bukan berarti pengawasan dari frekuensi berhenti tapi ini adalah kegiatan sehari-hari di Kemkomdigi dan juga para teman-teman operator,” katanya.

Ia mengatakan Kemkomdigi bersama operator akan terus menjaga kualitas jaringan dan bersiap menghadapi lonjakan trafik pada libur Lebaran mendatang.

“Ini menjadi bahan evaluasi agar layanan publik ke depan semakin siap, termasuk saat libur Lebaran,” tutupnya.

(fa/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment