Tribratanews.polri.go.id - Denpasar, Bali - Densus 88 AT Polri melalui tim pencegahan melakukan sosialisasi pencegahan radikalisme dan kekerasan kepada siswa/i SMA Yayasan Tunas Daud Denpasar, Senin (05/01/2025). Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 250 peserta ini bertujuan meningkatkan sinergi dengan stakeholder di bidang pendidikan dalam mencegah penyebaran paham IRET dan paham kekerasan di lingkungan sekolah.
" Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi oleh tim Densus 88 AT Polri terkait Pencegahan Radikalisme dan Kekerasan Pada Pelajar," kata Kepala SMA Yayasan Tunas Daud, Dian Martina.
Dalam sosialisasi tersebut, Briptu Lalu Fendi Irawan, selaku narasumber, menjelaskan tentang bahaya paham IRET dan fenomena anak di bawah umur yang terpapar paham radikal dan kekerasan. "Kami berharap seluruh peserta dapat memahami bahaya paham IRET serta dapat menjadi mitra Densus 88 dalam melakukan pencegahan penyebaran paham tersebut," ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan foto bersama serta pemberian souvenir custom kontra narasi kepada para siswa/i yang aktif dalam kegiatan tersebut.
"Kami berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal memperkuat sinergi dan kolaborasi kedepan serta dapat dilaksanakan berkelanjutan pada saat MPLS," tambah Dian Martina.
(ta/hn/rs)