Dampak AI Terhadap Jurnalisme: Wamenkomdigi Sebut Distribusi Berita Kini Dikendalikan Platform

31 January 2026 - 18:00 WIB
RRI

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Wamenkomdigi (Wakil Menteri Komunikasi dan Digital), Nezar Patria, mengatakan muculnya fenomena "zero click" menjadi tantangan dunia Pers. Ia mengatakan hal itu dalam "Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026", di Bogor, Jumat, (30/1/26).

Dilansir dari laman RRI, Ia mengatakan teknologi kecerdasan buatan ("Artificial Intelligence", AI), telah mengubah jurnalisme. Perkembangan ini menimbulkan tantangan serius bagi profesi wartawan, di era transformasi digital.

Pergeseran industri media dari tradisional menjadi digital juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi AI. Bahkan selain itu, muncul pula gelombang distribusi lainnya, akibat dominasi platform digital dan teknologi berbasis algoritma.

Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut, menimbulkan fenomena 'zero click', terhadap karya jurnalistik. "Kita menghadapi fenomena zero click, di mana publik cukup membaca ringkasan berita dari AI tanpa mengunjungi sumber aslinya.

Zero Click (pencarian tanpa klik) adalah fenomena di mana pembaca mendapatkan informasi langsung dari mesin pencari Google. Pengguna tadi tidak harus mengklik tautan apa pun untuk masuk ke situs web media pers/ berita.

Ia mengatakan fenomena ini penyebabnya adalah adanya kecanggihan teknologi AI sendiri yang berkembang sangat pesat. Sedemikian canggihnya teknologi itu sehingga dapat memberikan berita kepada masyarakat, tanpa harus mengaksesnya melalui platform resmi.

Menurut Wamenkomdigi, hal Ini berdampak langsung pada trafik media dan keberlanjutan industri pers. Dengan cara itu, distribusi berita tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kontrol redaksi media massa.

"Akses arus berita saat ini, tengah dikendalikan oleh platform yang bekerja dengan AI," jelasnya. Hal itu juga diperkuat dengan data riset yang dilakukan Reuters Institute dan University of Oxford.

Dalam data riset itu diungkapkan Wamenkomdigi, menunjukkan penurunan optimisme para pelaku media, terhadap keberlanjutan masa depan jurnalisme. Bahkan trafik media digital dalam riset itu dikatakan mengalami penurunan hingga lebih dari 40 persen.

Hal tersebut diakibatkan dengan seiringnya peningkatan konsumsi informasi, dari platform dan layanan AI. Layanan informasi tidak lagi melalui portal resmi media.

(fa/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment