BGN: Makanan Siap Santap-Paket Sehat Jadi Menu MBG untuk Sasaran 3B

13 February 2026 - 15:01 WIB
antara

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) terdiri atas makanan siap santap dan paket sehat.

Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi mengemukakan, frekuensi dan waktu pengiriman paket MBG sudah disiapkan dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

"Distribusi MBG siap santap setiap hari Senin dan Kamis. Pengiriman MBG siap santap dilakukan pada hari Senin, sambil kader pendamping membawa MBG paket sehat untuk Selasa dan Rabu, demikian juga pada hari Kamis," jelasnya, Jumat (13/2/2026).

MBG siap santap untuk ibu hamil dan menyusui merupakan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak yang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) yang telah ditentukan oleh ahli gizi, sedangkan paket MBG sehat terdiri atas minuman khusus ibu hamil atau menyusui yang dilengkapi dengan telur dan buah.

Sementara untuk anak balita non-PAUD usia 0-2 tahun, paket MBG siap santap juga berupa makanan lengkap sesuai dengan AKG, sedangkan paket MBG sehat terdiri atas makanan pendamping ASI (MPASI) dan buah dengan tekstur yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi di bawah usia dua tahun (baduta).

Sekretaris Deputi, Ermia juga menegaskan, seluruh kepala SPPG harus aktif mendata ibu hamil, menyusui, dan balita berkoordinasi dengan puskesmas, posyandu, dan kelurahan.

"Setelah pendataan, SPPG bisa mulai menyiapkan MBG sesuai standar gizi seimbang dan pemorsian berdasarkan kelompok usia. Setiap hari, kelompok 3B menerima MBG dengan penjadwalan yang sudah disepakati dengan posyandu, atau bisa membuat kesepakatan lain bersama para kader, apakah kader perlu mengantar ke rumah atau diambil sendiri oleh ibu hamil atau ibu menyusui, bisa juga menyesuaikan dengan jadwal posyandu," papar Sekretaris Deputi, Ermia.

Sedangkan untuk wilayah terpencil, BGN juga telah mendesain skema distribusi, yang di beberapa SPPG sudah dilakukan. Selain mendistribusikan MBG, peran kader dalam hal ini juga sangat penting untuk memberikan edukasi pada penerima manfaat 3B.

"Ada penerima manfaat yang datang langsung ke SPPG, atau melewati kader, atau ada di kegiatan tersebut dengan makan bersama. Di sinilah peran kader untuk memberikan edukasi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," jelasnya.

Sekretaris Deputi, Ermia mengemukakan, pada 2025 total ada 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, namun dengan animo masyarakat yang sangat tinggi, maka untuk 2026 BGN menambahkan target 33.670 SPPG, di mana 25.400 berada di daerah aglomerasi dan 8.270 di daerah terpencil.

"Tahun 2026 juga terdapat penambahan penerima manfaat, di mana tahun 2025 guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan MBG, maka mulai Januari 2026 guru dan tenaga kependidikan sudah menerima di sekolah," tuturnya.


(ndt/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment