Berikut Beberapa Tarian Asal Sulawesi Selatan

30 September 2022 - 01:44 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Sulawesi merupakan pulau di bagian Timur Indonesia yang bentuk pulaunya cukup unik karena berbentuk seperti huruf K. Di Sulawesi terdapat lima provinsi, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Sulawesi Selatan terdapat beberapa suku yang sangat dominan seperti Suku Bugis, Suku Mandar dan Suku Makassar. Dan setiap suku tersebut memiliki ciri khas seperti adat istiadat serta kebudayaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kamis, (29/09/22).

Ada 316 jenis tarian adat di Sulawesi Selatan. 98 tarian merupakan tarian Bugis, 66 tarian Makasar, 116 tarian Mandar dan 36 tarian Toraja. Berikut Beberapa Tarian Asal Sulawesi Selatan : 

1. Tari Manimbong

Tari Manimbong merupakan tarian adat dari Sulawesi Selatan yang hanya dipertunjukkan ketika ada upacara adat Rambu Tuka. Uniknya para penarik tarian Manimbong ini adalah pria. Tarian ini menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan. 

Para penari tarian Manimbong mengenakan pakaian adat khusus yang bernama Baju Pokko serta Seppa Tallu Buku serta selempang kain antik. Para penari nantinya juga akan membawa parang kuno atau la’bo penai serta tameng bundar kecil bermotif ukiran khas Toraja.

2. Tari Pa’gellu

Tari Pa’gellu dari Sulawesi Selatan tepatnya dari Tana Toraja tarian ini biasanya diperagakan di upacara adat Pa’gellu atau ma’gellu yang berarti menari dengan gembira, sambil menggoyangkan tangan dan badan dengan gemulai, meliuk liuk lenggak lenggok. Tarian ini bertujuan untuk menghibur penonton sekaligus menjadi ungkapan rasa gembira dan sukacita.

Gerakan dari tarian ini menceritakan semangat, keseimbangan sopan santun dan kebersamaan. Pada upacara rambu tuka atau syukuran akan ditampilkan tari pa’gellu dengan meriah. Sedangkan untuk upacara kematian rambu solo maka menjadi tabu untuk ditampilkan.

3. Tari Pakarena

Tari pakarena merupakan tarian daerah Sulawesi Selatan yang diiringi dengan dua kepala gandrang atau drum serta sepasang instrumen alat musik seperti puik puik atau suling. Tari ini pertama kali ada di abad ke-17. Pada tahun 1903 saat Panali Patta Raja dilantik menjadi Raja Gantarang Lalang Bata tarian Pakarena diperagakan.

Meski tidak ada data pasti kemunculan tarian ini, masyarakat setempat beranggapan jika tarian ini memiliki hubungan dengan Tumanurung. Dalam kepercayaan masyarakat, Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit. Tumanurung ini memiliki tugas untuk memberikan petunjuk bagi manusia di bumi.

4. Tari Pattennung

Tarian ini berkisah tentang wanita Sulawesi Selatan ketika sedang menenun. Tari pattennung menggambarkan ketekunan dan kesabaran para wanita Toraja dalam menenun benang hingga menjadi kain.

Para penari mengenakan baju bodo panjang, lipaq sabbe atau sarung, curak lakba, rante ma’bule, pontoyang dan juga hiasan bangkara serta properti berupa sarung lempar. Ketika tarian ini dilakukan, maka akan diiringi juga dengan alat musik tradisional seperti gendang dan juga suling.

5. Tari Ma’randing

Tari Ma’randing biasanya dipentaskan saat ada pemakaman besar terhadap seseorang dengan kasta tinggi.
Para penari akan mengenakan pakaian perang tradisional dengan membawa senjata tarian ini juga disebut sebagai tari perang atau tari patriotik.

Kata ma’randing sendiri diambil dari kara randing yang berarti mulia. Para penari tarian ini akan memperlihatkan kemampuan menggunakan senjata militer yang menggambarkan keteguhan hati serta kekuatan dari orang yang meninggal tersebut. Tarian ini dilakukan oleh beberapa orang yang membawa perisai besar, pedang dan beberapa ornamen lain.

Setiap benda yang dibawa oleh penari memiliki simbol atau makna tertentu, seperti kulit kerbau atau bulalang melambangkan kekayaan kaerna hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Sedangkan pedang atau la’bo bulange, la’bo pinai, dokter atau la’bo todolo menjadi simbol keberanian dan kesiapan berperang.

Share this post

Sign in to leave a comment