Tribratanews.polri.go.id - Balikpapan. Polwan Polda Riau turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hilir. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak sekaligus rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia.
Kehadiran polwan di tengah situasi darurat karhutla menunjukkan peran polisi wanita yang tidak hanya menjalankan tugas pelayanan, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan bencana serta mendampingi masyarakat yang terdampak.
Di Kabupaten Pelalawan, sebanyak 26 Polwan Polres Pelalawan mendatangi warga di Kecamatan Kerumutan. Selain membagikan masker, mereka juga memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran lahan.
Pendampingan tersebut dilakukan karena dampak karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan menurunkan kualitas udara, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental warga yang berada di wilayah terdampak.
Sementara itu, Polwan Polres Rokan Hilir terjun langsung ke lokasi karhutla di Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan. Mereka ikut membantu proses pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke area lainnya.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Akmadi, mengungkapkan, keterlibatan Polwan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan sesuai kondisi di lapangan.
"Perannya berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu hadir sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” ungkapnya, dilansir dari rctiplus, Rabu (3/9/26).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pengabdian Polwan dalam momentum Hari Jadi ke-78 Polwan.
“Momentum Hari Jadi Polwan kami maknai dengan pengabdian. Ada Polwan yang berdiri bersama personel lainnya menghadapi api di lapangan, ada pula yang hadir mendampingi masyarakat terdampak. Semangatnya sederhana, Polwan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tambahnya.
Keterlibatan Polwan dalam penanganan karhutla menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan yang dilakukan kepolisian. Tidak hanya fokus pada upaya pemadaman dan pencegahan penyebaran api, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
(ek/hn/rs)