Polri Gelar Heforshe Awards 2025 Untuk Kepemimpinan Inklusif Berbasis Keadilan

27 November 2025 - 21:21 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta, 27 September 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia menyelenggarakan Polri Award in Support of UN HeForShe Movement 2025 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi kepada pimpinan kepolisian yang dinilai berperan dalam mendorong kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta kepemimpinan inklusif di satuan kerjanya masing-masing.

Penghargaan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam upaya kolektif untuk mendorong kesetaraan gender di Indonesia. Hal ini sejalan dengan gerakan HeForShe yang diinisiasi oleh UN Women yang mengajak laki-laki menjadi mitra perempuan untuk menciptakan dunia yang lebih setara.

“Penguatan layanan kepolisian yang berkeadilan tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan terhadap perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan. Tahun ini kami ingin memastikan penilaian lebih akuntabel melalui juri independen dan visitasi langsung,” ujar Karobinkar SSDM Polri, dalam pengantar kegiatan.

Polri Award in Support of UN HeForShe Movement pertama kali digelar 2024. Di 2025, inisiatif ini melibatkan dewan juri eksternal, yaitu Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB 45; Choirul Anam, Komisioner Kompolnas; Nur Hasyim, Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru; Ratna Batara Munti, Wakil Ketua Komnas Perempuan; dan Sonya Helen Sinombor, Jurnalis Perempuan, serta berkolaborasi dengan UN Women sebagai mitra pendamping teknis.

Sebelum ditetapkan sebagai penerima penghargaan, para kandidat melewati proses nominasi internal, evaluasi kebijakan, penilaian substansi program, serta verifikasi lapangan untuk melihat dampak nyata pada internal Polri maupun komunitas sekitarnya. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu:
1. Kepemimpinan dan Partisipasi, melalui kebijakan, budaya kerja, serta dukungan terhadap kesetaraan;

2. Dampak dan Pengaruh Positif, yang tidak hanya diukur melalui program, tetapi perubahan nyata yang dirasakan personel dan masyarakat;

3. Keberlanjutan, yaitu inisiatif yang konsisten, terstruktur, dan bukan bersifat seremonial.
Tahun ini, 2 Kasatker Mabes Polri dan 27 Kasatwil/Kapolda mengikuti proses nominasi. Setelah melalui seleksi, 8 kandidat terpilih menjalani visitasi untuk diverifikasi langsung oleh tim juri.

Pandangan Dewan Juri Penilaian ini mendapat respons positif dari dewan juri eksternal. Mereka menilai bahwa penghargaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya reformasi kelembagaan Polri.

Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB 45, menegaskan bahwa transformasi Polri harus terukur dari kemampuannya melindungi warga secara setara.
Choirul Anam, Komisioner Kompolnas, menilai bahwa pemimpin Polri harus mampu menghadirkan keadilan bagi mereka yang rentan.
Nur Hasyim, Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru, menjelaskan bahwa kesetaraan adalah tanggung jawab bersama, termasuk laki-laki dalam keamanan publik.
Ratna Batara Munti, Wakil Ketua Komnas Perempuan, menyatakan bahwa program perlindungan korban adalah investasi kemanusiaan.
Sonya Helen Sinombor, Jurnalis Perempuan, menekankan pentingnya transparansi dan kinerja perlindungan korban kepada publik.
“Ketika laki-laki turut memperjuangkan kesetaraan, institusi menjadi lebih kuat, lebih dipercaya, dan lebih tangguh,” ucap Ulziisuren Jamsran, UN Women Indonesia Representative and Liaison ASEAN. “UN Women berkolaborasi dengan POLRI untuk memperkuat reformasi kelembagaan, memperluas peluang kepemimpinan perempuan, dan membangun layanan kepolisian yang lebih inklusif, terpercaya, dan berlandaskan pada hak asasi manusia.”

Komitmen Polri ke Depan

“HeForShe Awards bukan sekadar apresiasi, tetapi komitmen jangka panjang Polri untuk membangun institusi yang inklusif dan melindungi setiap warga tanpa pengecualian,” tutup Karobinkar SSDM Polri, selaku Ketua Pelaksana.

Penghargaan ini kini menjadi bagian dari strategi Polri dalam mendukung Pengarusutamaan Gender (PUG), peningkatan kepemimpinan perempuan di tubuh Polri, penguatan layanan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, untuk menciptakan security for all, yaitu keamanan yang melindungi setiap individu tanpa diskriminasi.


(ta/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment