Polisi Telusuri Indikasi Zat Berbahaya Terkait Kasus Tewasnya Tiga Orang di Kontrakan Warakas

6 January 2026 - 11:09 WIB
RRI

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Pihak kepolisian, terus mendalami kasus meninggalnya tiga orang di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengatakan, pemeriksaan saksi tersebut berada di sekitar TKP. "Pemeriksaan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Senin (5/1/26).

Selain memeriksa saksi, ia mengungkapkan, penyidik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) guna menemukan bukti pendukung lainnya. Pemeriksaan di Labfor ini, dilakukan secara intensif.

Dalam kesempatannya, ia mengatakan bahwa terkait dugaan adanya racun, ia menyebutkan, hal tersebut masih dalam tahap penelitian. Sejumlah barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Labfor.

“Untuk sementara ini, kami fokus pada makanan dan minuman yang ada di lokasi. Minuman yang dimaksud adalah zat cair yang nantinya akan kami bandingkan dengan hasil pemeriksaan dari dalam tubuh korban,” ujarnya.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Termasuk dugaan kandungan zat berbahaya seperti sianida, yang hingga kini belum dapat dipastikan.

Sementara itu, satu orang korban yang selamat dilaporkan dalam kondisi berangsur membaik. Polisi telah meminta keterangan secara terbatas dan akan melakukan pendalaman lebih lanjut setelah kondisinya memungkinkan.

Diketahui, keluarga korban baru menempati kontrakan tersebut sekitar satu hingga beberapa bulan terakhir dan tercatat sebagai warga baru di lingkungan setempat.

Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati telah merampungkan proses melakukan autopsi terhadap tiga jasad keluarga yang ditemukan di dalam rumah, Warakas. Polisi mengungkapkan kini ketiga jasad yakni Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah (27), Adnan Al Abrar (13) telah dipulangkan ke pihak keluarga.

"Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya. Hasil tes toksikologi untuk menentukan indikasi racun yang menyebabkan meninggal dunia," ujar, Kepala Rumah Sakit (Karumkit), Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono.

Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil tes toksikologi. Hal tersebut untuk menastikan penyebab kematian ketiga korban tewas benar karena racun atau hal lain.

(fa/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment