Polisi Rilis Sketsa Wajah Terduga Pengeroyok Bambang Hingga Meninggal Dunia

2 September 2026 - 22:44 WIB
Sumber:cnn

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah pria yang diduga terlibat dalam pengeroyokan hingga menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, 27 Agustus 2026.

Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan didukung hasil analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, penyidik mencocokkan keterangan para saksi dengan petunjuk digital untuk mengidentifikasi ciri-ciri terduga pelaku.

“Berdasarkan keterangan saksi, didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital didapatkan sketsa wajah,” kata Iman dalam konferensi pers, Rabu (02/09/2026).

Dari hasil penyelidikan, terduga pelaku pertama diperkirakan merupakan pria berusia 30-40 tahun. Ia memiliki wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, mata hitam, serta kulit berwarna cokelat.

Sementara terduga pelaku kedua juga diperkirakan berusia 30-40 tahun. Ciri-cirinya antara lain wajah berbentuk kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, memiliki kumis dan janggut, mata hitam, serta kulit berwarna cokelat.

Iman mengatakan kedua pria tersebut kini masih dalam pengejaran. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti peran masing-masing dalam peristiwa yang menewaskan Bambang.

Tak hanya mengejar pelaku di lapangan, penyidik juga masih mendalami rangkaian kerusuhan yang terjadi di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam peristiwa tersebut.

“Saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ujar Iman.

Sebelumnya, polisi menerima informasi mengenai adanya warga yang menjadi korban dalam kericuhan di Pejompongan pada 27 Agustus 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan proses evakuasi sempat mempertimbangkan kondisi keamanan di lokasi karena kericuhan masih berlangsung.

“Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian, Kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat, menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi,” kata Budi, Jumat (28/08/2026).

Setelah situasi dinilai aman, tim Biddokes Polda Metro Jaya kemudian mengevakuasi korban yang saat itu dalam kondisi tidak sadarkan diri ke RS TNI AL Mintohardjo.

Namun, setelah mendapat penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Polda Metro Jaya memastikan penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya Bambang Setiawan.


(Ad/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment