Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Polisi mengungkap anak berkonflik hukum terkait ledakan di SMAN 72 Jakarta, hanya tinggal bersama ayahnya. Sementara sang ibu diketahui telah lama bekerja di luar negeri.
"ABH tinggal bersama ayahnya sementara ibu bekerja di luar negeri," jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, Rabu (12/11/25).
Menurutnya, kondisi ini diduga membuat anak berkonflik hukum tersebut tumbuh dalam suasana sepi dan tertutup dari lingkungan sekitar. Ia menyampaikan, hingga kini tim penyidik juga masih mendalami dugaan perundungan yang dialamimya di sekolah.
"Masih pendalaman agar fakta sebenarnya bisa ditemukan, karena ABH masih tahap pemulihan pasca operasi," ungkapnya.
Diketahui, dalam peristiwa ini mengakibatkan 96 orang luka-luka. Hingga berita ini diterbitkan, anak berkonflik dengan hukum yang terkait dengan peristiwa ledakan pun masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangakara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
(ay/hn/rs)