Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polda Sumatra Selatan (Sumsel) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) memperkuat sinergi dalam pengamanan pasokan energi nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan bersama jajaran direksi dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho di Ruang Delegasi Mapolda Sumsel, Palembang.
Kapolda menyatakan PTBA bukan sekadar aset kebanggaan Bumi Sriwijaya, melainkan salah satu perusahaan strategis nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap pasokan energi Indonesia, khususnya dalam pemenuhan batu bara bagi pembangkit listrik.
"Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan keamanan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum agar seluruh aktivitas operasional perusahaan dapat berjalan aman dan lancar," tegas Kapolda, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, setiap dinamika dan potensi gangguan di lapangan ke depan akan dikoordinasikan secara cepat melalui fungsi terkait, mulai dari pengamanan objek vital, intelijen, hingga reserse kriminal. Langkah itu diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus menjaga roda perekonomian daerah dan nasional tetap berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Dirut Bambang mengapresiasi atas dukungan pengamanan yang selama ini telah diberikan oleh jajaran kepolisian di wilayah Sumsel.
Ia menilai koordinasi yang cepat dan terukur bersama aparat penegak hukum menjadi instrumen krusial bagi perusahaan. Hal tersebut mengingat kelancaran operasional PTBA berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat luas serta stabilitas ekonomi makro.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya mengatakan kolaborasi itu merupakan implementasi nyata dari program Presisi Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
"Melalui komunikasi yang cepat dan pengamanan yang profesional, kami ingin memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini sehingga ketahanan energi nasional tetap terjaga," ujar Kabid Humas.
Melalui pertemuan strategis tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalkan sistem respons cepat terhadap berbagai isu taktis di lapangan demi menjamin kelancaran distribusi energi dari hulu ke hilir.
(ndt/hn/rs)