Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) terdampak bencana di Gampong Bundar, Aceh Tamiang. Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Dody mengatakan, pembangunan huntara menjadi simbol kehadiran negara dalam situasi darurat pascabencana. Fasilitas ini disiapkan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan martabat masyarakat terdampak.
“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Huntara dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/26).
Ia menyebut, huntara yang dibangun juga dilengkapi sarana air bersih serta sanitasi memadai bagi warga. Menurutnya, progres pembangunan huntara bergerak cepat dari tahap pekerjaan pondasi hingga pemasangan atap modular.
Sementara itu, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan mengapresiasi kualitas dan kecepatan pengerjaan huntara. “Saya lihat bahannya premium dan sangat layak bagi masyarakat,” jelas Budi.
Menurut Budi, pembangunan huntara berlangsung sangat cepat dan dalam empat hari bangunan sudah berdiri. Ia juga berharap, huntara dapat menarik minat warga untuk berpindah dari tenda pengungsian, karena lebih layak dan manusiawi.
Huntara Aceh Tamiang ini dirancang menampung sekitar 80 kepala keluarga (KK) terdampak bencana untuk sementara waktu. Kawasan ini terdiri atas tujuh blok hunian modular dan satu blok tambahan.
Setiap blok menampung hingga 12 KK dengan fasilitas dasar lengkap. Seluruh kawasan Huntara, dilengkapi listrik, pencahayaan, toilet komunal, serta jaringan air bersih dan sanitasi untuk kehidupan sehari-hari warga.
Secara teknis, Huntara ini dibangun menggunakan sistem modular rangka baja ringan yang kuat dan cepat dibangun. Pembangunan ditargetkan rampung awal Januari 2026, agar segera ditempati warga terdampak.
(rz/hn/rs)