Tribratanews.polri.go.id - Padang, 11 Februari 2026 - Densus 88 AT Polri Satgaswil Sumbar mengadakan sosialisasi dengan tema "Parenting Ideologi Cegah Kekerasan Anak di Era Digital" di Grand Basko Hotel Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan.
Kasatgaswil Sumbar, KBP Jim Brilliant Birnes, S.I.K., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak positif dalam dunia pendidikan, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi kelompok tertentu untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
"Penyebaran paham tersebut kerap dilakukan melalui media sosial, forum diskusi daring, hingga penyusupan narasi-narasi provokatif yang menyasar kalangan pelajar yang masih berada dalam fase pencarian jati diri," ujar KBP Jim Brilliant Birnes.
Kegiatan ini dihadiri oleh 242 kepala SMA se-Sumatera Barat dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran guru dan tenaga pendidik dalam mencegah kekerasan anak di era digital.
"Guru dan tenaga pendidik diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal adanya perubahan perilaku siswa yang mengarah pada sikap intoleran, eksklusif, atau menunjukkan kecenderungan pada paham yang menyimpang dari nilai kebangsaan," tambah KBP Jim Brilliant Birnes.
Kegiatan ini juga membahas tentang kerja sama antara sekolah dan Densus 88 AT Polri dalam mewujudkan siswa yang mempunyai karakter lebih baik.
"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para kepala sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan inklusif," ujar KBP Jim Brilliant Birnes.
(ta/hn/rs)