Menteri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Tingkatkan Pendapatan Daerah

23 February 2025 - 19:53 WIB
RRI

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Mendagri (Menteri Dalam Negeri), Prof. Drs. H. Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., mengapresiasi kepala daerah yang memiliki pandangan pentingnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, peningkatan PAD dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan memperlancar implementasi program dan kebijakan daerah.

"Bagaimana caranya pendapatan lebih banyak belanjanya, kalau [anggaran] pendapatan lebih banyak [dari anggaran] belanja. Maka kita akan bisa berbuat apa saja, bisa buat program apa saja," ujarnya, saat membuka Retret Pembekalan Kepala Daerah 2025, dilansir dari laman RRI, Sabtu (22/2/2025).

Dalam kesempatannya ia menjelaskan, peningkatan PAD akan berdampak positif pada suksesnya pelayanan dan program di daerah. Namun, bagi daerah yang realisasi belanjanya lebih besar dibanding PAD, maka cenderung mengalami defisit.

Karenanya, Ia mengimbau para kepala daerah meliputi gubernur, bupati, dan wali kota untuk fokus pada peningkatan PAD. Berdasarkan catatan yang dihimpun Kemendagri, ada beberapa daerah yang nilai PAD-nya cenderung lebih kecil dari realisasi belanja.

Daerah-daerah tersebut diketahui banyak menggantungkan sumber anggarannya dari dana Transfer Pemerintah Pusat. Untuk itu, Ia mengimbau kepala daerah untuk berpikir meningkatkan PAD.

"Karena itulah saya mau minta rekan-rekan untuk betul-betul pola pikirnya dibalik. Bagaimana untuk mencari, menambah pendapatan [PAD]," jelasnya.

Prof. Drs. H. Tito Karnavian, juga mendorong kepala daerah untuk berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan PAD. Hal itu dikarenakan, peningkatan PAD akan bermanfaat untuk menambah kekuatan fiskal APBD.

Menurut dia, jika PAD suatu daerah meningkat, maka sektor swasta di kawasan tersebut juga hidup. Namun, ia juga mendorong kepala daerah untuk mulai menerapkan efisiensi anggaran sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Sejumlah komponen seperti belanja ATK, perjalanan dinas, juga biaya perawatan perlu untuk dilakukan efisiensi. "Rekan-rekan silakan nanti melakukan efisiensi kembali, dipelototin betul belanjanya," jelasnya.

(fa/hn/nm)

Share this post

Sign in to leave a comment