Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pencopotan jajaran akan dilakukan bila kinerja tidak mencapai target untuk mewujudkan swasembada pangan, sebagai bentuk ketegasan menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan rakyat dan petani.
Mentan menegaskan kebijakan tersebut murni menjalankan perintah Presiden, menindak pejabat yang main-main, tidak patuh, atau gagal bekerja maksimal karena target pemerintah adalah mewujudkan kemandirian pangan.
"Jadi kami beritahu, kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden harus dicopot. Jadi hanya menjalankan perintah, hanya patuh Bapak Presiden," tegas Mentan, Kamis (8/1/2026).
Ia mencontohkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang disebut terbaik selama ia bertugas, ditandai komunikasi intens hingga dini hari dan rapat sejak subuh demi hasil maksimal. Semua itu dilakukan demi memperkuat ketahanan pangan bangsa.
"Kami biasa telponan jam tiga subuh dan rapat jam lima subuh, bukan jam enam (pagi) bersama beliau," ucap Mentan.
Ia juga menyoroti tekanan kerja tinggi dalam program swasembada, termasuk koordinasi intens dengan memimpin Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), menilai tekanan berat justru membentuk ketangguhan, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan strategis nasional cepat tepat.
Kepada jajaran Eselon I Kementan, Mentan mengingatkan pencopotan pejabat pernah dilakukan massal dalam sehari, sebagai bukti ketegasan bahwa kegagalan mencapai target berarti mengkhianati harapan petani.
"Para Eselon I Kementan, minta maaf saya. Aku minta maaf. Eselon I pernah kami copot delapan dalam satu hari Bapak Presiden, pernah 11 satu hari. Aku copot 11 orang. Tidak capai target, you menjadi target. Jadi, kami teruskan saja perintah Bapak Presiden," terang Mentan.
Dengan komitmen menjalankan seluruh perintah Presiden Prabowo tanpa kompromi, memberantas korupsi, kolusi, dan mafia pertanian, serta memastikan swasembada pangan tercapai demi kedaulatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia adil makmur berkelanjutan.
Mentan menegaskan komitmen mengawal swasembada beras meski sempat mengalami vertigo, karena tanggung jawab negara lebih utama demi ketahanan pangan nasional berkelanjutan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebutkan percepatan target swasembada dari empat tahun menjadi tiga hingga satu tahun merupakan tantangan besar yang dijawab bersama jajaran Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan lintas sektor nasional secara konsisten.
"Di saat (target swasembada beras) menjadi satu tahun, alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung, hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali," ujar Mentan.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden terhadap petani dengan alokasi anggaran pertanian sekitar Rp40 triliun tahun ini, tertinggi sepanjang sejarah, yang menghasilkan lonjakan nilai ekonomi nasional.
(ndt/hn/rs)