Menko PMK: Terlalu Lama Menatap Layar Picu Masalah Kesehatan Mental

27 November 2025 - 15:30 WIB

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, tingginya waktu menatap layar atau screen time anak dan remaja Indonesia, yakni 7,5 jam bahkan lebih, memicu peningkatan masalah kesehatan mental di Indonesia.

“Screen time kita sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi exposure screen time yang tinggi,” ujar Menko PMK, Rabu (26/11/2025).

Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, dan perkembangan perilaku anak. Menko PMK menyebutnya sebagai ancaman kesehatan sosial jangka panjang yang perlu ditangani segera.

Menko PMK menyebutkan bahwa temuan dari Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan semakin banyak warga, termasuk anak dan remaja, memiliki indikasi gangguan mental.

Ia menyoroti perubahan perilaku akibat disrupsi teknologi, di mana anak-anak semakin banyak beraktivitas di dunia maya. Salah satu faktor pemicunya adalah tingginya paparan layar yang telah melampaui batas aman.

Dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance, Pratikno menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi pembangunan SDM unggul. Oleh karena itu, dia pun mendorong intervensi komprehensif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai, termasuk penyediaan fasilitas yang mendorong aktivitas sosial secara langsung.

“Penanganan upaya komprehensif harus dilakukan supaya ada fasilitas untuk mendukung screen time. Sehingga anak-anak kita bersosial, mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan mental,” jelasnya.

Presiden Prabowo Subianto telah memberi perhatian besar pada sektor kesehatan, terutama melalui program pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit, dan beasiswa dokter spesialis.

Menko PMK menekankan bahwa kesehatan mental merupakan isu nasional yang memerlukan kerja bersama lintas sektor. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan berfokus memperbaiki ekosistem sosial anak sebagai langkah pencegahan.

“Ini kesehatan kita tangani secara komprehensif bahwa presiden sudah jelas memprioritaskan itu,” katanya.

(ndt/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment