Masyarakat Indonesia diimbau Lestarikan Wayang Lewat Pendidikan

4 November 2025 - 16:00 WIB
RRI

Tribratanews.polri.go.id - Solo. Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia diimbau untuk melestarikan wayang dan gamelan melalui media pembelajaran.

Dalam kesempatannya, ia mengungkapkan bahwa sudah sepatutnya wayang dan gamelan dijadikan sarana pendidikan moral dan spiritual bagi generasi muda.

"Wayang dan gamelan telah diakui sebagai warisan budaya dunia, maka tontonlah pertunjukannya dan pahami filosofinya," jelasnya, dilansir dari laman RRI, Senin (3/11/25).

Selanjutnya, ia menambahkan kebudayaan harus dipelajari dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan karakter. Salah satu contohnya dengan menggelar Karnaval Kebudayaan pada Peringatan Hari Wayang Nasional 2025 di Surakarta, Jawa Tengah.

"Kami berjalan bersama menuju Balai Kota (Surakarta) merayakan Hari Wayang Nasional yang menjadi kebanggaan kita," ujarnya.

Menurut dia, ini sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi dan rasa percaya diri sebagai bangsa.  

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antargenerasi pelaku budaya. Khususnya para maestro, perajin, pelajar, maupun masyarakat umum. 

"Pemerintah Kota Surakarta senantiasa mendukung kegiatan yang memperkuat peran seniman," ujarnya. Dia juga meminta komunitas budaya agar terus berinovasi tanpa kehilangan akar tradisi," ujarnya. 

Menurut dia, kegiatan ini menjadi pemicu kolaborasi budaya berkelanjutan antara pemerintah, komunitas seni, dan dunia pendidikan. Sedangkan masyarakat berperan untuk menjaga eksistensi wayang dan gamelan. 

Respati Achmad Ardianto, berharap Surakarta menjadi kota budaya yang nyaman bagi tumbuhnya nilai-nilai kebudayaan. Dia juga mengingatkan bahwa warisan budaya tak benda bukan sekadar untuk dilestarikan, tetapi untuk dihidupkan kembali. 

(fa/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment