Libatkan Masyarakat Maritim, Polda Maluku Siapkan Pembentukan Komunitas Keamanan Perairan

3 December 2025 - 13:37 WIB
Antaranews

Tribratanews.polri.go.id - Ambon. Polda Maluku menyiapkan pembentukan Komunitas Keamanan Perairan yang melibatkan masyarakat maritim sebagai upaya memperkuat deteksi dini dan respon cepat di wilayah perairan Maluku.

“Komunitas tersebut akan beranggotakan para nelayan, pelaku pelayaran, otoritas pelabuhan, hingga kelompok pengguna jasa laut serta masyarakat yang beraktivitas di zona pesisir,” ujar, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., dilansir dari laman antaranews, Selasa (2/12/25).

Program ini disampaikan Kapolda dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Polairud yang digelar di Mako Ditpolairud Polda Maluku.

“Banyak ekosistem maritim di pelabuhan yang harus kita pahami satu per satu. Komunitas ini akan membantu percepatan informasi dan penguatan keamanan perairan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menegaskan pentingnya peran Ditpolairud dalam menjaga keamanan laut Maluku yang 93 persen merupakan wilayah perairan. Ia menyebut, karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan menjadikan fungsi kepolisian air dan udara tidak dapat tergantikan oleh satuan lain.

“Setiap hari ribuan kapal melintas di wilayah perairan kita. Kekayaan laut Maluku menjadi magnet bagi kapal dari berbagai wilayah. Ini membuat pengawasan Polairud menjadi krusial agar aktivitas berjalan aman dan tertib,” jelasnya.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, menjelaskan, sejumlah kasus seperti dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kapal asing dan operasi penyelamatan kecelakaan laut pernah ditangani Ditpolairud. Karena itu, ia meminta peningkatan kapasitas personel dan penguatan koordinasi lintas lembaga.

Terdapat tiga fokus utama yang ditekankan dalam peningkatan kinerja Ditpolairud, yaitu keselamatan transportasi laut, percepatan penanganan kecelakaan dan orang hilang, serta pencegahan potensi konflik antarwilayah perairan.

“Walaupun bukan pemberi izin transportasi air, Polair wajib memberikan peringatan dan melaporkan temuan lapangan untuk mencegah kecelakaan. Tanggung jawab moral kita adalah memastikan masyarakat merasa aman naik kapal,” jelasnya.

Terkait keterbatasan armada operasional, Kapolda mengakui saat ini Ditpolairud hanya memiliki 18 kapal serta unit kapal kecil di sejumlah titik. Namun ia meminta keterbatasan tersebut tidak menjadi penghambat dalam pelaksanaan tugas.

“Kita harus memperkuat kerja sama dengan TNI AL, Bakamla, Basarnas, KKP, dan seluruh institusi maritim lainnya,” jelasnya.

Peringatan HUT Polairud ke-75 berlangsung khidmat melalui doa bersama dan syukuran yang diikuti jajaran Ditpolairud, Kasat Polairud Polres jajaran, pilot dan kru Pesawat Beechcraft 1900D Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, tokoh agama, dan tamu undangan.

Kapolda menekankan nilai utama tugas Polairud sebagai pelayan masyarakat. “Polisi hadir untuk menolong, membantu, dan melindungi masyarakat. Jika ada yang melanggar hukum barulah kita tindak. Saya berharap moralitas dan semangat pengabdian terus dijaga,” tutupnya.

(fa/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment