Kepala Basarnas Sebut Pencarian Korban Al-Khoziny Resmi Dihentikan

7 October 2025 - 18:02 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Sidoarjo. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., mengungkapkan bahwa Tim SAR gabungan akhirnya menuntaskan evakuasi korban di lokasi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

“Setelah proses panjang dan penuh haru, seluruh jenazah berhasil dievakuasi. Alat berat sudah ditarik dari lokasi dan operasi pencarian kami nyatakan selesai,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Selasa (7/10/25).

Dalam keterangannya, ia menambahkan tim terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk proses identifikasi serta penyerahan jenazah kepada keluarga. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan tenaga medis.

“Terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang bekerja tanpa kenal lelah. Kami juga berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujarnya.

Dengan selesainya proses evakuasi, tahap berikutnya adalah pembersihan lokasi dan pemulihan proses administrasi serta pendampingan bagi keluarga korban. Proses identifikasi dan dokumentasi jenazah dipastikan terus berjalan sesuai prosedur untuk memastikan penyerahan yang layak kepada keluarga.

Sebagai informasi, sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyatakan, seluruh jenazah korban Ponpes Al Khoziny ditemukan. Mereka yang sempat dinyatakan hilang, berhasil ditemukan di bawah reruntuhan.

"Alhamdulillah kita telah temukan seluruh jenazah yang hilang. Walaupun ini baru perkiraan," ujar, Deputi III Tanggap Darurat BNPB, Mayjen Budi Irawan, Selasa (7/10/25).

BNPB sebelumnya memperkirakan, 63 jenazah tertimbun reruntuhan. Kini, BNPB telah menemukan 61 jenazah dalam bentuk utuh dan tujuh bagian tubuh (body parts).

Kondisi Ponpes Al Khoziny yang roboh pun kini sudah rata dengan tanah. BNPB memperkirakan kecil kemungkinan masih ditemukan jenazah di lokasi.

"Diperkirakan kemarin ada 63 jenazah yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan ponpes. Sekarang di area tersebut sudah rata dengan tanah dan sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah," jelasnya.

Ia mengungkapkan, tujuh bagian tubuh (body parts) masih akan didalami tim DVI untuk mengetahui pemilik tubuh.

"Dimungkinkan nanti kepastiannya kita akan menunggu dari DVI yang tujuh body parts itu milik siapa," jelasnya.

(fa/pr/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment