Kemen PU Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

13 January 2026 - 20:00 WIB
RRI

Tribratanews.polri.go.id – Banjar Baru. Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Kemen PU RI), melanjutkan, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II nasional, setelah menuntaskan renovasi SR Tahap I. Pembangunan ini, ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama di Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/26).

Menteri PU, Ir. Dody Hanggodo, M.PE., mengatakan, pembangunan SR Tahap II merupakan kelanjutan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas. Program ini, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

“Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak. Setelah kita menyelesaikan Sekolah Rakyat Tahap I, kita langsung melangkah ke pembangunan Tahap II,” ujarnya, dilansir dari laman RRI.

Dalam keterangannya, ia menargetkan, pembangunan SR Tahap II ini rampung pada Juni 2026, agar digunakan saat tahun ajaran baru. Pembangunan ini, disebutkannya harus dilaksanakan tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas bangunan dan akuntabilitas pelaksanaan.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita tidak boleh main-main dalam pembangunan infrastruktur. Pekerjaan harus selesai tepat waktu, dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dan menghasilkan sekolah yang kuat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Ir. Dody Hanggodo, juga menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan, melainkan ruang membentuk masa depan anak-anak Indonesia. Ia menekankan pembangunan ini menjadi upaya nyata pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.

“Kita mulai memutus rantai kemiskinan dari pendidikan. Semoga Sekolah Rakyat menjadi cahaya dan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan,” jelasnya.

Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi pada 102 kabupaten kota. Pembangunannya tersebar di 32 provinsi dengan anggaran Rp26,24 triliun dari APBN tahun anggaran 2025–2026.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto, menyebut standar teknis diterapkan secara menyeluruh pada pembangunan ini. “Seluruh Sekolah Rakyat Tahap II dibangun dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses,” ujar Bisma.

Setiap SR dibangun di atas lahan minimal lima hektare dengan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu seperti, ruang kelas, dan laboratorium. Selain itu, perpustakaan, asrama, dapur, kantin, rumah ibadah, unit kesehatan sekolah, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau.

Kementerian PU akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II bersama kementerian dan lembaga terkait. Pengawalan dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

Selain itu, pelaksanaan pembangunan juga diharapkan memenuhi standar mutu dan kualitas bangunan. Sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan di berbagai daerah.

(fa/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment