Kehabisan Bensin dan Tak Punya Uang Pulang, Warga Hubungi 110 hingga Dibantu Polisi

3 September 2026 - 09:30 WIB
Sumber:detik

Tribratanews.polri.go.id - Tanggerang. Kehabisan bensin di tengah perjalanan dan tak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan pulang membuat Renaldi memilih menghubungi layanan Call Center Polri 110.

Laporan tersebut diterima petugas pada Selasa (01/09/2026) malam. Saat itu, Renaldi berada di Jalan Gatot Subroto Km 3, RT 004/RW 009, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Ia mengaku kehabisan bahan bakar dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan menuju Rangkasbitung, Banten.

Laporan masuk sekitar pukul 21.27 WIB. Petugas piket fungsi Polsek Jatiuwung yang dipimpin Pawas AKP Agus Nurdin kemudian langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi warga tersebut.

Setibanya di lokasi, polisi bertemu langsung dengan Renaldi dan memastikan bahwa kendaraan yang digunakannya memang kehabisan bahan bakar.

Melihat kondisi tersebut, petugas memberikan bantuan berupa dua botol bahan bakar dan sejumlah uang agar Renaldi dapat kembali melanjutkan perjalanan pulang.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Ajie Perkasa mengatakan, respons cepat tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak selalu menghubungi polisi karena menjadi korban tindak pidana. Dalam kondisi tertentu, warga juga membutuhkan kehadiran dan pertolongan petugas secara langsung.

Sementara itu, Plh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Eko Bagus Riyadi mengapresiasi personel yang segera mendatangi Renaldi setelah menerima laporan melalui layanan 110.

“Polisi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Tidak semua laporan berkaitan dengan tindak pidana, tetapi setiap masyarakat yang membutuhkan pertolongan tetap harus kita layani dengan baik,” ujar Eko, Rabu (02/09/2026).

Eko mengajak masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian.
Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

“Kami ingin masyarakat tidak ragu menghubungi layanan 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Petugas akan menerima laporan tersebut dan menindaklanjutinya sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Eko menegaskan, pelayanan yang cepat dan humanis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasa dilayani dan dibantu. Kehadiran anggota di lapangan harus memberikan rasa aman dan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa layanan 110 tidak hanya dapat digunakan untuk melaporkan tindak pidana, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan polisi.

(ad/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment